Kepala SMKN 1 Cikbar Diduga Komersilkan Mesin Praktek

Iklan Semua Halaman

.

Kepala SMKN 1 Cikbar Diduga Komersilkan Mesin Praktek

Sku Metropolitan
Kamis, 15 November 2018


BEKASI, METRO- Ketua LSM Garda P3ER Cabang Bekasi, Maruli JP. Manurung, akan melaporkan Kepala SMK Negeri 1 Cikarang Barat terkait sejumlah penyimpang yakni, selain kepala sekolah diduga mengkomersilkan mesin-mesin yang ada diruang praktek, juga terindikasi korupsi anggaran.

Disebutkan Maruli, untuk dugaan komersil mesin-mesin di ruang praktek sekolah, pihaknya menyebutkan sudah 6 tahun di pantau, namum baru kali kami memergoki langsung, tepatnya pada hari Minggu (red). Dikatakan Maruli, saat kami memergoki, kami dapat leluasa menyaksikan dan berkomunikasi dengan para pekerja, baik yang menggunakan baju biasa maupun seragam salah satu perusahaan yang berlokasi di Kab.Bekasi, Propinsi Jawa Barat.

Untuk indikasi korupsi anggaran, Maruli menyebutkan, selain memberlakukan pungutan kepada siswa yang kurang mampu dan penggunaan fasilitas sekolah secara komersil untuk mencari keuntungan pribadi , besarnya anggaran yang dikelola kepala SMK Negeri 1 Cikarang Barat juga menjadi  sorotan dari Garda P3ER Cabang Bekasi dan menjadi bahan untuk membuat laporan ke Tipikor Polda Metro Jaya.

Dijelaskan Maruli sambil menunjukkan dokumen anggaran yang dikelola SMK Negeri 1 Cikarang Barat periode tahun 2016 hingga 2018 yakni; tahun 2016 diperkirakan sebesar Rp.14.242.710.000,- tahun 2017 diperkirakan sebesar Rp.14.261.020.000,- dan pendapatan triwlan I Juli hingga September tahun 2018 diperkirakan sebesar Rp. 7.200.000.000, tuturnya.

Dikatakan Maruli, selain anggaran dari pemerintah, pihak sekolah juga melakukan pungutan dari siswa diantaranya, P2DB tahun 2016 dengan estimasi jumlah siswa 814 orang, P2DB tahun 2017 dengan istimasi jumlah siswa 578 orang. Dan masih banyak lagi sumber dana yang berasal dari berbagai pungutan misalnya, uang PKL untuk siswa kelas 12, dana CSR dari beberapa perusahaan sebagai mitra kerja SMK Negeri 1 Cikarang Barat, dan lainnya, ujar Maruli kepada Metropolitan.
Ironisnya, kata Maruli, pihaknya sudah berupaya untuk melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah, baik secara lisan maupun melalui surat yang dikirim ke SMK Negeri 1 Cikarang Barat, namun pihak sekolah tidak merespon.
Mendapat keterangan dari Maruli JP. Manurung selaku ketua Garda P3ER Cabang Bekasi, Metropolitan mencoba mengkonfirmasi pihak SMK Negeri 1 Cikarang Barat, Senin (5 Nopember), kata security kepala sekolah lagi dinas luar, dan Humas sedang rapat dengan wakil kepala sekolah. (dpt)