Pungutan Uang Gedung SMAN 1 Ciksel Jadi Perbincangan

Iklan Semua Halaman

.

Pungutan Uang Gedung SMAN 1 Ciksel Jadi Perbincangan

Sku Metropolitan
Kamis, 15 November 2018


BEKASI, METRO- Pemerintah telah menetapkan tiga pilar tujuan pendidikan nasional yakni, meningkatkan akses pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan meningkatkan daya saing serta akuntablitas penyelenggaraan pendidikan.

Namun sangat miris, akuntablitas penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Cikarang Selatan jadi perbincangan ditengah masyarakat, khususnya orang tua murid. Pasalnya, kepala SMA Negeri 1 Cikarang Selatan diduga memungut uang gedung atau uang pembangunan Dana Alokasi Khusus (DAK) serta iuran bulanan sebesar Rp.1.700.000/siswa, untuk siswa kelas 10, atau siswa baru sekitar 450 siswa.

Padahal pembangunan DAK oleh pemerintah telah ditentukan anggarannya melalaui  konsultan yang dituangkan dalam dokumen DED (Detail Engenering Desain). Dalam dokumen DED telah tersusun data serta biaya dan tahapan rencana anggaran belanja (RAB) pembangunan DAK sehingga pungutan untuk uang gedung atau pembangunan DAK diduga kuat tanpa dasar hukum, sehingga menjadi perbincangan dikalangan masyarakat, khususnya orang tua murid kelas 10.

Menyikapi perbincangan masyarakat, khususnya orang tua murid yang mengeluhkan uang gedung atau pembangunan DAK empat  ruang kelas dengan konstruksi bertingkat, kepala SMA Negeri 1 Cikarang Selatan, Rahmat Kartolo yang dihubungi melalui selulernya untuk bersedia ditemui di sekolah terkait dasar hukum atau regulasi pungutan itu, ia tidak menjawab. (Marihot Tampubolon)