Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab Bekasi Laksanakan Pembinaan TBM

Iklan Semua Halaman

.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab Bekasi Laksanakan Pembinaan TBM

Sku Metropolitan
Minggu, 09 Desember 2018


BEKASI, METRO- Membaca sangat penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, sehingga kemampuan membaca menjadi tuntutan. Salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia yaitu dengan mendorong tumbuhnya minat belajar masyarakat, dan salah satu ciri terpenting dari masyarakat terpelajar adalah tingginya minat dan kegemaran membaca.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi Edy Supriayadi  pada saat membuka acara kegiatan perserta pembinaan perpustakaan bagi Taman Bacaan Masyarakat (TMB) dan masyarakat  dengan materi pengenalan dasar perpustakaan yang belangsung mulai dari tanggal 28-30 November 2018.
Dikatakan oleh Edy, minat baca buku di perpustakaan semakin rendah. Pembinaan perpustakaan bagi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan masyarakat merupakan salah satu alternatif sebagai pusat belajar dalam rangka meningkatkan minat membaca yang merupakan program Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi. Pembinaan perpustakaan kegiatan TBM diharapkan menjadi pusat sumber ilmu yang memiliki peran strategis untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat dan berbudaya baca (reading society).

“Kegiatan pembinaan ini adalah usaha atau tindakan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Pembinaan perpustakaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara terus menerus agar sesuatu berjalan pada jalur rel yang benar sehingga mengikuti perkembangan yang terjadi,” tutur Edy.

Mengapa diperlukan kegitan pembinaan perpustakaan bagi TMB dan Masyarakat? Tentu perpustakaan bagi TMB dan masyarakat ini menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat dan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat dan daerah dalam mengemarkan minat baca, sehingga masyarakat dapat mengetahui infomasi secara cepat.

“Tapi pada kenyataan kondisi sekarang ini yang terjadi keberadaan perpustakaan TMB dan masyarakat ini belum berfungsi secara optimal. Perpustakaan tidak lebih dari tempat menyimpan buku-buku dan masyarakat masih kurang minat untuk mendatangi perpustakaan,” kata Edy.

Hal ini karena perkembangan teknologi semakin memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi. Sumber ilmu pengetahuan yang pada masa lalu berada di ruang-ruang perpustakaan, kini berada dalam genggaman gawai internet menjadi jalan pintas bagi publik untuk mengonsumsi informasi. Popularitas perpustakaan di tengah masyarakat semakin pudar.

Akan tetapi kata Edy, perpustakaan memiliki peran penting disebuah negara sebab perpustakaan merupakan sebuah institusi yang berperan melestarikan kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang membimbing perkembangan sebuah negara.

Karena buku merupakan jendela dunia. Dengan membaca kita bisa mengetahui segala hal dan bisa menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Selain itu dengan membaca kita bisa mengatahui semua perkembagan dunia, "Apabila kamu ingin mengetahui dan ingin melihat perkembangan ilmu pengetahuan serta terknologi di suatu negara maka lihatlah perpustakaannya. Apa yang dihasilkan oleh generasi-generasinya, ada di sana," ujar Edy. Pada perserta kegiatan pembinaan perpustakaan bagi Taman Bacaan Masyarakat (TMB) dan masyarakat.

Melalui, kegiatan pembinaan perpustakaan bagi TMB dan masyarakat, kata Edy tentu dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang dapat diimplementasikan juga bagi lingkungan masyarakat dan membangun Kabupaten Bekasi yang miliki budaya baca. (Adverorial/Ely)