Masyarakat Tolak Tambang Batubara, Perusahaan Tarik Alat Berat

Iklan Semua Halaman

.

Masyarakat Tolak Tambang Batubara, Perusahaan Tarik Alat Berat

Sku Metropolitan
Minggu, 20 Januari 2019


OKU, METRO- Setelah mendapat penolakan dari masyarakat, Perusahaan pertambangan batu bara yang dikelola PT Selo Argo Dedali (SAD), akhirnya menarik alat berat dari lokasi pertambangan.
PT SAD yang melakukan pertambangan batu bara di desa Batuwinangun Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ongan Komiring Ulu (OKU), menarik dua alat berat dari lokasi pertambangan Jumat 18/1/19.

Pengamatan wartawan Metro dilapangan, saat perusahaan mengeluarkan dua alat berat, masyarakat melakukan aksi menutup Portal.

Menurut warga, Irsan Yuliadi Audi,  penolakan penarikan alat berat tersebut dikarenakan kegiatan pertambangan baatu bara oleh PT SAD masih dalam proses Hukum. Pemilik lahan telah menguasakan kuasa Hukum. Karena masih proses Hukum, pihak perusahaan jangan seenaknya mengeluarkan alat berat sebelum proses Hukum selesai. Pada saat PT SAD mengeluarkan alat berat, terjadi pembongkaran Portal yang dibangun oleh warga, ujarnya.

 Sementara itu, Humas PT SAD, Elpis, saat di konpirmasi dilapangan mengatakan, "setelah alat ini di keluarkan portal ini akan kami pasang lagi seperti semula. Portal ini kami buka kaerna alat berat ini mau lewat keluar, kalau portal tidak dibuka bagimana alat bisa lewat? sekarang bapak bisa lihat sendiri bahwa portal tersebut sudah kami pasang kembali, itu saja yang bisa saya jelaskan" katanya.

Menurut informasi yang kami terima, Gubernur Sumatra Selatan, H.Herman Deru, akan mencabut izin tambang milik PT SAD di Desa Batuwinangun Kecamatan Lubuk Raja. Hal tersebut di sampaikan saat menghadiri syukuran kemenangan pasangan, Herman Deru - Mawardi Yahya, dalam pilkada yang lalu di kediaman Irsan Yuliadi Audi.

"Kalau masalah tambang batubara saya sudah panggil kadin pertambangan,pokoknya kita tolak tambang batubara memang izin mereka dari pusat, tetapi harus ada izin juga dari masyarakat sekitar yang harus mereka penuhi, keberadaan sebuah tambang batubara harus ada persetujuan masyarakat dan tidak mengganggu masyarakat"jelanya. (bang).