Nophy Tennophero Suoth: Kasus Korupsi yang Mangkrak Akan Diungkap

Iklan Semua Halaman

.

Nophy Tennophero Suoth: Kasus Korupsi yang Mangkrak Akan Diungkap

Sku Metropolitan
Rabu, 30 Januari 2019



METRO, PELALAWAN- Sejumlah kasus korupsi sampai saat ini masih belum terproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan. Maka di awal tahun 2019 kasus korupsi yang mangkrak akan diungkap kembali.

''Kalau memang ada kasus yang mangkrak pasti kami selesaikan. Maka perlu informasi dari kawan-kawan media apa saja kasusnya, karena saya baru seminggu bertugas di sini,'' ujar Kajari Pelalawan Nophy Tennophero Suoth SH MH usai menerima audinensi dan silaturrahmi dengan insan pers yang  bertugas di Pelalawan, Senin (28/1/2019) lalu.

Nophy, berjanji akan terbuka soal informasi kepada media selaku sosial kontrol, terutama dalam penanganan perkara korupsi. Hingga dapat menyampaikan informasi secara baik dan benar kepada masyarakat.

''Penanganan korupsi tidak ada pandang bulu. Silahkan laporkan jika ada kejanggalan dengan bukti yang lengkap, maka akan kita tindak lanjuti,'' ujar mantan Koordinator Bagian Pidana Khusus Kejati Riau.

Adapun beberapa kasus dugaan korupsi yang sempat diekspol oleh, Kejari Pelalawan, tidak jelas kelanjutannya hingga awal tahun 2019 yakni, pungutan liar (Pungli) bantuan beni dari Dinas Pertanian di Desa Kuala Kampar, tahun 2017, dugaan penyimpangan penggunanan dan penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos), tahun 2014 dan tahun 2015 di Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Dana hibah Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) tahun 2014 sebesar Rp2 miliar.

Dugaan pungli fee proyek Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan tahun 2017, pengadaan Herbisida, Dinas Pertanian Pelalawan tahun 2014 senilai Rp600 juta, dugaan korupsi dana hibah Yayasan dana Amanah Pelalawan (YAP) sebesar Rp20 miliar tahun 2012.  Serta kasus dugaan korupis dana paskibraka sebesar Rp1 miliar tahun 2015, serta kasus korupsi cetak sawah Dinas Pertanian kabupaten Pelalawan sebesar Rp1 miliar dari APBD Pelalawan.

''Kasus-kasus yang lama tetap kita lanjutkan sesuai prosedur, kalau cukup bukti kita tindak lanjuti. Untuk sementara yang sedang ditangani Kejari Pelalawan kasus Paskibraka dan cetak sawah,'' pungkasnya Kajari (AJO  MARBUN ).