Pemkab Bekasi Terima Ribuan Usulan Perbaikan Jaling

Iklan Semua Halaman

.

Pemkab Bekasi Terima Ribuan Usulan Perbaikan Jaling

Sku Metropolitan
Kamis, 10 Januari 2019


BEKASI, METRO- Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima usulan pembangunan jalan lingkungan (Jaling) di tahun ini sekitar seribu titik lokasi. Usulan tersebut diterima pemerintah daerah melalui sistem secara daring (online).


Dari sekitar seribu usulan jaling, hampir 400 titik lokasi di antaranya sudah disurvei. Total nilai usulan jaling yang sudah dikroscek langsung ke lokasi sekitar Rp40 miliar.

“Itu masih sebatas usulan yang sudah disurvei oleh konsultan. Dari 400 titik itu hampir 300 titik dari tahun kemarin yang di aplikasinya hilang saat itu,” kata Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, Selasa (8/1/2019).

Survei lokasi usulan jaling, kata Iwan, perlu dilakukan. Karena terkadang ada jaling yang sudah dibangun oleh pihak desa tetapi diusulkan kembali di Musrenbang Kabupaten Bekasi.

“Kita sudah berkirim surat ke desa. Intinya kalau sudah diusulkan lewat Musrenbang jangan lagi bangun jaling pakai ADD dong,” katanya.

Masih Iwan, kemungkinan realisasi pembangunan jaling akan berkurang jika dibandingkan dengan usulan. Seperti pada 2018 lalu yang terjadi pengurangan nilai pembangunan jaling sekitar Rp11 miliar.

“Karena kadang ada juga usulan yang tidak sesuai volume dengan nilainya. Misalnya yang diusulkan nilainya Rp200 juta, ternyata cuma beberapa meter saja yang diusulkan. Jadinya kelebihan anggaran,” katanya.

“Kita melakukan survei lokasi usulan jaling sekitar dua bulan. Jadi sekarang ini masih kita survei,” tambahnya.

Disperkimtan Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan fisik. Seperti jaling, MCK dan drainase.

“Itu sudah termasuk (pembangunan) ke kawasan perumahan yang sudah diserahterimakan. Sekarang kan ada Perda Nomor 9 Tahun 2017, jadi perumahan yang sudah ditinggal pengembang, pemerintah melakukan perbaikan seperti jalannya,” ungkapnya.

Sedangkan pada 2018 kemarin, Disperkimtan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jaling sebesar Rp174 miliar. Dari jumlah tersebut, hanya Rp162 miliar yang terserap.

“Jadi yang tidak terserap sekitar hampir Rp12 miliar (tahun kemarin). Itu karena ada double. Jadi jaling sudah dibangun tapi diusulkan kembali. Tumpang tindih jadinya,” katanya. (ELY/Martin)
·