Pungutan di Terminal Kota Bekasi Disinyalir Tidak Sesuai Perda

Iklan Semua Halaman

.

Pungutan di Terminal Kota Bekasi Disinyalir Tidak Sesuai Perda

Sku Metropolitan
Minggu, 20 Januari 2019

BEKASI, METRO- Tempat Penarikan Retribusi (TPR) di Terminal Induk Kota Bekasi diduga petugas melakukan pugutan  yang tidak sewajarnya atau melanggar peraturan yang telah diatur bahkan petugas di lapangan sering tidak memberikan karcis.  Hal tersebut diungkapkan salah satu sumber Metropolitan yakni sopir Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Perusahaan Organda (PO) berinisial AW, Rabu (9/1/2019).


Ia mengatakan harus mengeluarkan uang restibusi sebesar Rp 10.000 ketika memasuki terminal induk Kota Bekasi.

“Pungutan restibusi sebesar Rp 10.000 dipungut oleh petugas di pintu masuk. Tarif yang ditarik sekarang ini sudah lebih mending kecil dibandingkan dari tahun sebelumnya yakni diatas dari Rp 10.000,” ungkapnya.

Turunnya kalau saat hari besar, hari raya lebaran yaitu sebesar Rp 4.000.
Bukan hanya restibusi terminal saja, AW juga menyebutkan bahwa Bus yang menginap pada malam hari didalam terminal dikenakan biaya sebesar Rp 10.000/unit.

Selain restibusi terminal, pungutan pada sektor usaha didalam terminal juga dilakukan oleh petugas terminal. Salah satu pemilik warung mengatakan bahwa untuk restibusi usaha dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 6.000, dan untuk kebersihan sebesar Rp 2.000 setiap  harinya.

“Setiap harinya dipungut sebesar Rp 8.000 oleh petugas Dishup terminal dengan rincian yakni retribusi usaha sebesar Rp.6.000 dan untuk uang kebersihan sebesar Rp.2.000,” ungkap pemilik warung.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pungutan restibusi tersebut berbeda beda, tergantung dari luas usahanya. “Kebetulan usaha yang saya tempati ini 12 meter, maka untuk restibusi usaha permeternya sebesar Rp 500, jadi saya merima 12 karcis setiap harinya,” terangnya.

Menyikap keluhan masyarakat, Kepala Terminal Induk Kota Bekasi, Bambang Herdiyanto, membantah adanya tudingan melakukan pungutan TPR terhadap Bus AKAP, serta kepada pemilik usaha.

“Penarikan restibusi sesuai Perda saja,” kata Bambang kepada awak media di kantor Terminal Induk Kota Bekasi, Kamis ( 10/1/2019).

Dirinya mengatakan bahwa penarikan restribusi terminal yang dilakukan oleh petugas sudah dilengkapi dengan karcis ,
Saat disinggung restribusi untuk bus AKAP, Bambang mengatakan dipungut sebesar Rp 5.000, sementara untuk Bus antar kota seperti Mayasari di pungut sebesar Rp.2.000 setiap memasuki terminal.

Sementara terhadap jasa pelayanan parkir menginap per kendaraan  dikenakan tarif sebesar Rp 15.000 untuk bus yang besar, dan armada bus yang kecil dikenakan Rp 10.000, ujar Bambang.

“Namun penarikan jasa pelayanan parkir menginap hanya bisa dilakukan mulai dari pukul 22.00 wib sampai dengan 04.00 wib,” terang Bambang.

Bambang juga menjelaskan, tehadap restibusi tempat usaha hanya ditagih sebesar Rp 2.000/ kios. Namun saat disinggung terkait regulasi atau Perda, bahwa restribusi per kiosnya dihitung berdasarkan luas atau per meternya sebesar Rp.500, Bambang mengatakan harusnya sebesar Rp 500 meter, namun tidak pada mau bayar, ujar Bambang berkelit. “Ketika diterapkan Rp 500/meter, sesuai Perda, warungnya pada tutup,” ucap Bambang.(Martinus)