Anggaran Mebeulair Terealisai, Kadisdik Dibohongi Kabid ?

Iklan Semua Halaman

.

Anggaran Mebeulair Terealisai, Kadisdik Dibohongi Kabid ?

Senin, 04 Februari 2019
bangunan sekolah selesai dibangun 2017, namun siswa belajar menggunakan meja TK



BEKASI, METRO - Pada tahun 2017 pembangunan sekolah berada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR). Dan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2017 tercantum sebagian pembangunan SD Negeri dan SMP Negeri berikut sarana penunjangnya atau mebeulair inklud dalam mata anggaran seperti contoh, rehab total SMP Negeri 4 Tambun Selatan dan sarana penunjangnya sebesar Rp.15.103.870.800,- realisasi anggaran sebesar Rp.14.723.320.000,- realisasi keuangan sebesar 97,48 persen,- dan realisasi fisik 100 persen.

Hal yang sama juga terdapat dalam LKPJ 2017 untuk rehab total SD Negeri Jatimulya 09 Tambun Selatan dan sarana penunjangnya dengan anggaran sebesar Rp.2.420.153.000,- realisasi anggaran sebesar Rp.1.776.363.000,- realisasi keuangan sebesar 73,40,- realisasi fisik 100 persen.

Pembangunan sekolah sudah selesai dikerjakan di tahun 2017 lalu namun mebeulair sebagai sarana belajar siswa di sekolah tidak kunjung di kirim oleh Dinas PUPR hingga hari ini sehingga siswa terpaksa belajar di lantai.

Ironisnya, untuk SMP Negeri 4 Tambun Selatan, mebeulair di kirim oleh dinas pendidikan sekitar bulan Nopember tahun 2018, sementara SD Negeri Jatimulya 09 Tambun Selatan dan sekolah lainnya sampai saat ini masih belajar di lantai, atau bak di jaman kuda gigit besi.

Sebegaimana diberitakan sebelumnya (2018), dikutip dari pernyataan Kabid Data dan Sapras Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi terkait ketidaktersedian mebeulair di sekolah atas pembangunan tahun 2017, Asep Saefulloh mengatakan anggaran pembangunan sekolah berikut mebeulair sudah inklud di mata anggaran dan itu tanggungjawab Dinas PUPR.

 Asep Saefulloh menyarankan Metropolitan untuk mempertanyakan kepada Dinas PUPR. “Ketidaktersediaan mebeulair di sekolah silahkan mempertanyakan kepada Dinas PUPR karena pengadaan mebeulair inklud dalam anggaran pembangunan. Pengadaan mebeulair pada dinas pendidikan hanya mengganti meubeulair yang rusak,” kata Asep waktu itu.

Pernyataan Asep Saefulloh tidak berbanding lurus dengan fakta yang ada. Pasalnya, sekitar bulan Nopember 2018, sejumlah tenaga pendidik membenarkan dinas pendidikan mengirim mebeulair untuk SMP Negeri 4 Tambun Selatan. “Mebeulair sudah ada, di kirim oleh dinas pendidikan sekitar bulan Nopember 2018,” ujar sejumlah tenaga pendidik.

Dikutip dari pernyataan Asep Saefulloh sebelumnya, demikian juga keterangan tenaga pendidik SMP Negeri 4 Tambun Selatan, Asep Saefulloh selaku Kabid Data dan Sapras diduga kuat mengkadali kepala dinas pendidikan atau ada main mata dengan Dinas PUPR. Dugaan itu disebabkan karena dinas pendidikan mengirim mebeulair untuk SMP Negeri 4 Tambun Selatan yang seharusnya secara fakta yuridis menjadi tanggungjawab Dinas PUPR sesuai LKPJ bupati tahun 2017.

Terkait mebeulair, Kabid Data dan Sapras Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Asep Saeffulloh ketika ditemui di ruangannya, tidak berada ditempat. Dikatakan sejumlah stafnya, Kabid lagi dinas luar. Juga dihubungi lewat ponselnya, Kabid tidak merespon.  (Marihot Tampubolon)