Dalih Study Tour SMPN Diduga Berlomba Lakukan Pungli

Iklan Semua Halaman

.

Dalih Study Tour SMPN Diduga Berlomba Lakukan Pungli

Kamis, 21 Februari 2019
Bus yang digunakan SMPN 2 Cibitung (foto, dpt)


BEKASI, METRO-  Dengan pertimbangan bahwa praktik pungutan liar (Pungli) telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, pemerintah memandang perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera. Dalam upaya pemberantasan pungutan liar itu, pemerintah memandang perlu dibentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar.
Atas dasar tersebut, Pemerintah terbitkan Undang-undang melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) untuk menghindari terjadinya pungutan khususnya di Sekolah dengan dalih kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan dengan Program Pendidikan.

Namun, Perpres tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bekasi. Walaupun bertentangan dengan Perpres 87/2016, masih banyak Sekolah yang melakukan pungutan terhadap orangtua siswa dengan dalih acara jalan-jalan, study tour, kegiatan pengenalan karakter dan lain-lainnya.

Seperti SMPN 2, Cibitung melakukan kegiatan jalan-jalan (study tour) ke Bandung, seperti diberitakan koran ini pada edisi 207. Pada akhir januari 2019, tepatnya rabu tanggal 30 Januari 2019, Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 2 Cibitung Kabupaten Bekasi, melaksanakan study Tour Bekasi – Bandung. Kegiatan ini diduga kuat terjadinya pungli yang melibatkan oknum Kepsek.
Orang tua siswa yang tidak bersedia namanya dikorankan menuturkan, biaya yang ditetapkan sekolah sebesar 450 ribu rupiah per siswa. Jumlah siswa yang yang ikut study tour kurang lebih 700 orang, mulai dari kelas VII hingga kelas VIII, menggunakan 14 Bus. Pihak sekolah mempusatkan titik keberangkatan dari Kawasan Industri Gobel Cibitung, tuturnya.
Menurut orang tua siswa, pelaksanaan study tour itu adalah mutlak oleh keputusan kepala sekolah. Para orangtua murid pun banyak yang mengeluh, namun tak berdaya menolak keputusan sekolah. Kalau dihitung ongkos ke Bandung naik Patas AC pulang pergi Rp 120.000/orang. Pihak sekolah kami duga memanfatkan orang tua siswa untuk mencari keuntungan pribadi, ujarnya.
Ketua LSM Peduli Anak Bangsa (PAB) Drs Holder S, ketika dimintai tanggapannya tentang kegiatan study tour SMPN 2 Cibitung mengatakan, Pemerintah telah mengeluarkan Perpres 87/2016, tentang Sapu Bersih Pungutan Liar. Dalam Perpes menyebutkan 58 kategori pungli di lingkungan sekolah. Pada point yang ke 7 ragam pungli itu tertulis uang study tour. Yang artinya, sekolah dilarang lakukan pungutan untuk biaya study tour.
Kalau pihak sekolah masih malakukan pungutan untuk biaya study tour, jelas melanggar Perpres, untuk memberantas Pungli itu, ada Tim Saber Pungli yang ada di Kabupaten Bekasi, katanya.
Kepala Sekolah SMPN 2 Cibitung, Agus Sudarmoro, tidak bisa ditemui. Menurut Satuan Pengamanan (Satpam), kepala sekolah hanya bisa ditemui hari Rabu setiap minggu kedua.
“ Sekolah ini sudah ada aturan, wartawan yang ingin melakukan konfirmasi harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yaitu Rabu minggu Kedua,” tuturnya. (dpt).