Dedi Mulyadi Targetkan 60% Suara Jokowi-Ma'ruf di Kabupaten Bekasi

Iklan Semua Halaman

.

Dedi Mulyadi Targetkan 60% Suara Jokowi-Ma'ruf di Kabupaten Bekasi

Selasa, 26 Februari 2019


METRO,KAB.BEKASI - Tingkat keterpilihan pasangan Joko Widodo (Jokowi)- KH.Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 disebut mengalami peningkatakan. Jika sebelumnya hanya berkisar 30-40 persen, kini meningkat menjadi 64 persen.

Tingkat keterpilihan atau elektabilitas tersebut dari internal Partai Golkar. Baik pengurus atau kader di tingkat kota/kabupaten.

“Kalau masih ada pikiran-pikiran yang ragu, itulah tugas kita untuk memberikan penjelasan,” kata Ketua Tim Kampanye Daerah pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai melakukan konsolidasi Partai Golkar dalam rangka Pileg-Pilpres 2019, di Jababeka, Senin (25/2/2019) malam.

Dedi yakin penjelasan yang disampaikan dalam rapat konsolidasi soal keberhasilan Jokowi di pemerintahan bisa mengubah pemikiran yang ragu.

“Barangkali penjelasan tadi akan memberikan efek terhadap para pendukung Partai Golkar di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Bekasi. Saya yakin bisa dilihat nanti di bulan Maret pasti sudah berubah,” katanya.

Berdasarkan elektabilitas itu juga, Dedi berharap target minimal perolehan suara di Pilpres 2019 bisa mencapai 55 persen.

“Minimal 55 persen harus bisa diraih di Kabupaten Bekasi. Atau bisa mencapai 60 persen,” katanya.

Meski demikian ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ini mengakui ada beberapa daerah yang tergolong rawan tingkat keterpilihannya. Seperti kota/Kabupaten Bekasi, kota/Kabupaten Bogor dan kota/Kabupaten Sukabumi.

“Itu daerah yang rawan elektabilitinya akibat pemilihan presiden bersama dengan pemilihan partai. Ini efek elektoral bagi kandidat calon presiden. Jadi saya katakan, Golkar ini kalah di daerah yang Pak Jokowi-nya juga relatif masih kalah,” katanya.

“Aspek elektabiliti calon presiden berimplikasi pada opini publik tentang pemilihan presiden. Andai pemilihannya dipisah ceritanya akan lain. Tapi karena pemilihannya disatukan maka Golkar mengalami tekanan psikologis,” lanjutnya.(Ely//Martinus).