Kepala SMPN 2 Tamara dan Komite Diduga Lakukan Praktek Pungli

Iklan Semua Halaman

.

Kepala SMPN 2 Tamara dan Komite Diduga Lakukan Praktek Pungli

Senin, 11 Februari 2019

 
Caption Fhoto : SMPN 2 Tambun Utara (Tamara)/Anwar
METRO,KAB.BEKASI- Tingginya tingkat pemahaman manusia terhadap peraturan seharusnya dapat meminimalisir terjadinya tindak pelanggaran terhadap peraturan itu sendiri.
 
Namun, hal ini justru berbanding terbalik, pemahaman terhadap suatu peraturan justru menjadi dasar terjadinya tindakan pelanggaran.

Kekeliruan dalam menafsirkan isi peraturan terkesan disengaja untuk mempertegas alibi/alasan dalam melakukan tindak pelanggaran tersebut.

Seperti yang dilakukan kepala SMP Negeri 2 Tambun Utara (Tamara)  di wilayah Kabupaten Bekasi  yang diduga telah melakukan praktek pungutan liar (pungli) terhadap muridnya yang dilakukan secara bersama-sama dengan komite sekolah mengatasnamakan sumbangan siswa/wali murid.

Besaran pungli untuk pengadaan lab komputer yang mencapai Rp 500 ribu per siswa demikian juga pungutan untuk biaya ujian Rp180 ribu dirasakan orang tua sangat memberatkan, karena tidak semua orang tua murid memiliki kemampuan yang sama secara finansial untuk melunasi pungutan berkedok sumbangan wajib tersebut.

Seperti halnya yang disampaikan salah seorang wali murid mengatakan  kepada Metropolitan, ia merasa keberatan dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh kepala sekolah  melalui komite sekolah.

Dirinya juga mengatakan bahwa  pungutan Rp.500 ribu/siswa tersebut untuk pengadaan lap komputer, sambil menunjukkan kwitansi pembayaran yang dibumbuhi stampel komite.

“Sementara pungutan Rp.180 ribu tersebut katanya, dipotong dari tambungan siswa,” ungkap wali murid.

Namun, walau dirasakan berat untuk mengeluarkan uang yang besarannya mencapai Rp 500 ribu, tapi tetap saja orang tua murid harus melunasi, karena jika tidak dibayarkan maka siswa tidak dapat kartu ulangan sebagai syarat untuk mengikuti ulangan.

Sementara salah satu tenaga pendidik SMP Negeri 2 Tambun Utara, Cucum yang sedang piket saat itu mengatakan bahwa kepala sekolah  Hendry Nazir sedang tidak ada ditempat, lagi dinas luar, katanya kepada wartawan Metropolitan,kamis (7/2).

Namun ketika ditanya, selain kepala sekolah yang bisa diwawancara, dirinya mengatakan bahwa yang hadir saat ini adalah para tenaga pendidik. (Anwar/Martinus)