Ratusan Hetar Lahan Pesawahan Di Muara Gembong Terendam

Iklan Semua Halaman

.

Ratusan Hetar Lahan Pesawahan Di Muara Gembong Terendam

Jumat, 01 Februari 2019

METRO, KAB.BEKASI - Musim hujan setiap tahun pada bulan Februari dan Maret tidak dapat dihindari. Tidak terkecuali pada tahun ini hujan berintensitas tinggi di kabupaten bekasi dan sekitarnya. Dampaknya secara rutin  dialami pula oleh beberapa wilayah  yang terbiasa kebanjiran. Banyak penduduk harus mengungsi, banyak jalanan rusak dan berlubang, banyak penyakit bermunculan. Bencana ini menyadarkan kita semua bahwa semua itu  bukan semata-mata putaran musim, melainkan ulah manusia dalam memperlakukan lingkungan dengan sesuka hatinya. 

Di Bekasi ada beberapa kecamatan yang terendam air pada awal tahun ini, antara lain Muara Gembong.  Di Desa Jaya Sakti dan Desa Pantai Harapan Jaya yang terus menerus mengakibatkan air sungai ciherang hingga membanjiri jalan, memasuki rumah-rumah penduduk, perkantoran, dan sekolah, menggenangi tambak dan lahan pertanian

Akibat banjir, ratusan hektar lahan pesawahan didua Desa tersebutpun terendam, sementara untuk jalan penghubung antar dua desapun tidak dapat dilalui sehingga  perekonomian rakyat terganggu, dan yang sudah pasti persediaan pangan habis. Menurut pengalaman warga, diperlukan waktu berminggu-minggu untuk menunggu banjir surut agar mereka dapat beraktivitas seperti biasa.

Ketua Badan Pengurus Desa (BPD) Desa Harapan Jaya Marsan mengungkapkan kerapnya kebanjiran karena ada dugaan bahwa aliran sungai megalami pendangkalan

“Salah satunya pendangkalan aliran sungai karena pembuagan sampah yang sebarangan sehingga fungsi sungai kurang baik,” kata Marsan saat diwawacarain SKU Metropolitan (1/2/2019).

Untuk mengantipasi kebajiran tersebut, salah satunya tentun selain pendalam aliran sungai, yaitu dengan membuat tanggul dibeberapa beberapa titik yaitu dengan tinggi minimal 1,5 meter, kemungkinan dengan cara tersebut sehingga kebanjiran yang dialami oleh warga dapat diminimalis.

Sementara Kepala Desa Harapan Jaya Mahir nurmawan mengatakan sagat prihatin dengan kondisi masyarakat dan beberapa lingkungan diwilayahnya yang terkena dampak banjir

Harapnya, agar Dinas terkait dapat memperikan perhatian khusus terhadap wilayahnya untuk menanggulangi banjir. (Karsim/Acep).