Akan Digunakan untuk UNBK, Puluhan Laptop Siswa Digondol Maling

Iklan Semua Halaman

.

Akan Digunakan untuk UNBK, Puluhan Laptop Siswa Digondol Maling

Sku Metropolitan
Sabtu, 30 Maret 2019



BEKASI, METRO- Malang benar nasib puluhan siswa yang menimba ilmu di SMA Negeri 5 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Mereka yang rela meminjamkan Laptop yang ditinggalkan di sekolah untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasiskan Komputer (UNBK), hilang digondol maling. 

Beberapa siswa mengatakan, pihak sekolah dan orang tua telah sepakat untuk melaksanakan UNBK, para oraang tua dianjurkan membatu sekolah untuk meminjamkan komputer atau Laptop untuk kepentingan UNBK tersebut. Dari kesepakatan tersebut, dua puluh tujuh (27) orangtua bersedia menyerahkan Laptop ke sekolah demi kelancaran UNBK anaknya. Tetapi ke 27 Latop tersebut raib digondol maling sebelum simulasi UNBK akhir bilan lalu katanya.

Menurut siswa, pihak sekolah menganjurkan siswa untuk meninggalkan laptop agar bisa di hubungkan dengan Server. 

Ketika hal itu ingin dikonfirmasi ke pihak SMAN 5 Tambun Selatan, tidak bersedia menerima wartawan karena masih ujian. Salah seorang petugas keamanan mengatakan, saat ini Kepala sekolah tidak bisa ditemui karena sedang berlangsung Ujian, katanya.

Semetara itu Kasubag  Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah III, Matroji, mengakui adanya kehilangan laptop di SMAN 5 Tambun Selatan.

“Sudah ada ganti rugi atas kehilangan laktop tersebut, disaksiskan Komite sekolah dan Polsek,” katanya melalui WhatsApp.

Darimana dana yang dialoksikan untuk ganti rugi dan berapa ganti runginya? Matroji menganjurkan, agar di konfirmasi ke pihak sekolah.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang LSM Gema Rakyat Anti- Korupsi (Grasi), H. Malau, ketika diminata tanggapannya atas terjadinaya kehilangan Laptop di SMAN 5 Tambun Selatan menjelaskan, terjadinya pembobolan SMAN 5 Tamsel akibat kurangnya keamanan yang dilakukan pihak sekolah. Lokasi sekolah tersebut berada di kawasan perumahan mewah, tetapi masih terjadi pembobolan. Apa tugas keamanan yang digaji pihak sekolah? Kanapa pihak sekolah meminjam laptop dari siswa? katanya heran.

Malau, menambahkan, pengelola sekolah SMAN 5 Tambun Selatan terlalu mekasakan diri melaksanakan UNBK. Kalau hanya mengharapkan meminjam laptop orang tua siswa, kenapa harus UNBK?, lengkapi dulu fasilitas seperti Komputer sebagai syarat pelaksanaan UNBK. Gunakan dana IPP, dana BOS yang diterima seklah untuk membeli fasilitas sekolah, ujarnya.

Menurutnya siswa membayar Iuran Pembinaan Pendidikan (IPP) sebesar Rp 200.000/ siswa/bulan dan menerima dan  Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 1.400.000/siswa/tahun. Jumlah siswa kelas X hingga kelas XII, 898 orang, apabila ditotal IPP yang diterima sekolah setiap bulan, Rp 200.000x 898= 179.600.000/bulanx12= 2.155.200.000 ditambah dana BOS 1.400.000 x 898= 1.384.600.000, total dana yang diterima sekolah dalam satu tahun sebesar Rp 3.535.800.000. besarnya dana yang terima pengelola sekolah masih saja meminjam laktop dari orang tua siswa. Kemana saja dana tersebut dialokasikan kepala sekolah?, uangkapnya. (dpt)