Gedung Juang Tambun Dijadikan Pusat Kebudayaan, Plt Bupati Bekasi Gandeng Dedi Mulyadi

Iklan Semua Halaman

.

Gedung Juang Tambun Dijadikan Pusat Kebudayaan, Plt Bupati Bekasi Gandeng Dedi Mulyadi

Selasa, 26 Maret 2019


METRO,KAB.BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi serius untuk mengembangkan Gedung Juang Tambun sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Bekasi. Keseriusan itu terlihat, saat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengajak mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengunjungi Gedung Juang Tambun untuk berkonsultasi soal pengembangan tersebut.

Keduanya tiba, sekitar pukul 14.00 WIB. Eka dan Dedi langsung masuk melihat kondisi Gedung Juang Tambun. Dedi mengaku kagum akan kemegahan Gedung Juang Tambun. Namun, masih ada banyak kekurangan yang harus dibenahi.

"Hari ini saya nemenin sahabat saya pak Plt Bupati Bekasi untuk bersama-sama berbagi pikiran. Beliau (Plt Bupati Bekasi) punya keinginan buat kembangkan pusat kebudayaan Bekasi," ujar Dedi, SKU Metropolitan di Gedung Juang Tambun, Jalan Sultan Hassanudin, Tambun Selatan, kemarin (26/3).

Dedi menjelaskan, Kabupaten Bekasi tumbuh menjadi kabupaten yang memiliki historical yang kuat. Akan tetapi karena ada modernisme sehingga sejarah masa lalu tidak terpotret dengan baik.

Oleh karenanya adanya Gedung Juang ini potret tentang sejarah masa lalu maupun masa depan Bekasi bisa tersaji. "Siapa si orang yang pertama kali ke Bekasi, kerajaan apa yang ada di Bekasi, setelah merdeka bagaimana kepemimpinan Bekasi dari waktu ke waktu sejak jaman kerajaan sampai kemerdekaan," terangnya.

Dedi menilai peninggalan sejarah tidak bisa dibayar pakai uang. Untuk itu sangat disayangkan jika terabaikan begitu saja tanpa ditangan serius. "Ini barang mahal, tidak bisa dituker dengan uang. Tidak ada daerah yang memiliki ini. Di tempat ini bisa dibangun konten yang bagus untuk pendidikan, nanti ini menjadi miniatur kebudayaan Bekasi," jelasnya.

Terlebih saat melihat-melihat, kata Dedi, terdapat bunker yang bisa diteliti lebih dalam. Kemudian Gedung Juang ini dekat dengan Stasiun Tambun Bekasi. "(Bunker) Nanti kita harus kerjasama sama pakar sejarah dan arkeolog dengan orang-orang yang memahami teknik sipil bungker. Betapa kerennya nanti di museum ada, bunker dibuat museum digital biar ditembok ada lukisan-lukisan panorama Bekasi. Bunker itu bisa saja disambungkan ke Stasiun Tambun belakang Gedung Juang," bebernya.

Sementara itu Plt Bupati, Eka Supria Atmaja menuturkan, sengaja mengundang Dedi Mulyadi untuk memberikan masukan rencana pengembangan pusat kebudayaan. "Sahabat memberikan masukan, intinya ingin sekali Gedung Juang ini menjadi pusat kebudayaan Kabupaten Bekasi. Rencanannya sudah kita anggarkan, dan 2020 sudah dilaksanakan," jelasnya.

Eka menandaskan, penataan Gedung Juang akan terdapat museum sejarah Bekasi yang berisi peninggalan-peninggalan sejarah Bekasi dari zaman Tarumanegara. "Kemarin memang masih belum jadi perhatian. Sekarang jadi perhatian kami. Nanti akan ada biorama, perpustakaan digital, dan kuliner juga," tandasnya. (Ely/Martinus)