LSM JEKO Temukan Dugaan Proyek Fiktif

Iklan Semua Halaman

.

LSM JEKO Temukan Dugaan Proyek Fiktif

Sku Metropolitan
Minggu, 03 Maret 2019
Ilustrasi



BEKASI, METRO-  Sejumlah proyek APBD tahun 2018 di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, dalam pelaksanaanya "amburadul" dan bahkan terindikasi ada yang fiktip. Untuk itu, aparat penegak hukum dihimbau segera turun tangan. "Ya, dari hasil investigasi dan observasi lembaga kami menemukan beberapa kegiatan yang ada di program Bidang Kelembagaan DPMD terdapat penyimpangan dan penyelewengan uang APBD 2018" demikian dikatakan pendiri LSM JEKO.

Pendiri LSM JEKO yang biasa di panggil Bob menuturkan, indikasi penyimpangan dan penyelewengan sejumlah proyek di DPMD itu terjadi di Bidang Kelembagaan. Dimana indikasi itu sudah jadi temuan dan diperiksa Inspektorat. "Kurang lebih ada 5 atau 6 proyek di Bidang Kelembagaan DPMD dalam pelaksanaannya amburadul. Bahkan ada salah satu yang diduga fiktif" kata Bob.

Menurutnya, dari hasil kajian Bidang Investigasi dan Observasi LSM JEKO menyimpulkan bahwa ada anggaran biaya untuk Sewa Gedung (Kamar, Ruang Rapat), Makan Prasmanan dan Snack dalam satu kegiatan (proyek) di salah satu hotel diduga tidak sesuai kenyataan. Namun dibayar penuh sesuai kontrak.

Misalnya, proyek yang ada dalam dokumen kontrak Nomor : 602.21/SPB/35/PPK-DPMD/2018 tanggal 6 Februari 2018 dan proyek dalam dokumen kontrak Nomor :602.1./04.A/DPA.17.33/PPK/DPMD/2018 tanggal 7 Februari 2018, kata Bob sambil memperlihatkan data dimaksud. Ditegaskannya, dengan adanya temuan Bidang Investigasi dan Observasi LSM JEKO tersebut, dalam waktu dekat dan untuk objektif serta berpegang teguh azas pra duga tak bersalah, pengurus mengklarifikasi hal itu dan hasilnya dilaporkan ke aparat penegak hukum. (dpt)