Nyaris Ambruk, Gedung Sekolah Melengkung Menanti Korban

Iklan Semua Halaman

.

Nyaris Ambruk, Gedung Sekolah Melengkung Menanti Korban

Sku Metropolitan
Sabtu, 02 Maret 2019


dikwatirkan ambruk ruangan belajar dokosongkan 

BEKASI, METRO- Kondisi gedung di sebuah sekolah di Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Bara memprihatinkan. Gedungnya hampir roboh sehingga kini dikosongkan. 

Berdasarkan pantauan wartawan SKU Metropolitan, Sabtu (2/3/2019), atap gedung di SD Negeri Mangunjaya 4 ini melengkung. Hal ini diduga karena kayu penyangga gedung keropos.

Dengan kondisi tersebut terpaksa gedung yang diperkirakan empat tahun lalu  dikosongkan sejak akhir tahun lalu.


Beberapa orangtua siswa menuturkan, pada tanggal 3 Oktober 2015 tahun 2015 dua ruangan belajar ambruk. Pada tahun 2016 dilakukan pembangunan pelaksanaan pembangunan adalah pihak sekolah dengan swakelola. Diduga pihak sekolah menggunakan bahan material yang sdudah lapuk mengakibatkan daya tahan bangunan hanya empat tahun, tuturnya.

Menurutnya,  Pemerintah daerah sudah saatnya mengepaluasi kinerja Kepala sekolah yang malakukan pembangunan asal jadi tersebut. Pemerintah telah mengalokasikan dana kurang lebih Rp 300.000.000, dari uang Negara untuk merenopasi dua ruangan belajar tersebut, tetapi diduga tidak dilaksanakan sesuai aturan, padahal pelaksanaka pembangunan dilakaukan oleh pihak sekolah sendiri (swakelola), bagaimana pendidikan bisa maju kalau pihak sekolah sendiri kurang peduli terhadap sarana pendidikan yang di pimpin nya? Katanya heran.

Salah seorang guru kelas enam (6), menambahkan, ruangan yang baru dibangun empat tahun lalu tidak dipakai lagi karena kondisi babangunan yang sudah mulai melengkung. Dikwatirkan atap bangunan bisa ambruk lagi seperti tahun 2015. Agar tidak terjadi korban, pihak sekolah  mengosongkan ruangan tersebut, katanya.

Ketika hal itu mau dikonfirmasi kepada kepala sekolah SDN 04 Mangujaya, H. Sardin, tidak berada di sekolah, menurut orang tua, Kepala sekolah sudah lama tidak pernah masuk. Mungkin karena kondisi kesehatan membuat kepala sekolah tidak datang, katanya.

Ketua Umum LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Drs Holder S ketika dimintai tanggapannya tentang pembangunan sekolah yang diduga dikerjakan asal jadi mengatakan,  Kepala sekolah sebagai ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S), harus bertanggung jawab atas dua ruangan belajar dibangun. Belum tiga tahun dibangun kondisi atap sudah melengkung, disuga telaah terjadi penyimpangan. Kepala sekolah seharusnya mempekerjakan tukan yang memahami bangunan, bukan diseraahkan kepada anak sendiri?. Kalau anaknya itu ahli bangunan bisa saja tetapi harus benar- benar melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan, katanya. (arnol)