Papmiso Berhasil Pecahkan Rekor Muri Memakan Bakso

Iklan Semua Halaman

.

Papmiso Berhasil Pecahkan Rekor Muri Memakan Bakso

Sku Metropolitan
Minggu, 03 Maret 2019



BEKASI, METRO – Sedikitnya 200 pedagang mie bakso dan mie ayam yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso, Kabupaten Bekasi berhasil memecahkan rekor memakan bakso serentak 36.000 bakso versi Museum Rekor Indonesia, di Cikarang Pusat, Minggu (3/3/2019).

Jumlah ini memecahkan rekor sebelumnya yang juga tercatat atas nama Papmiso pada 2018 lalu yakni sebenyak 16.000 bakso. Pemecahan rekor ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Ini masuk dalam kategori rekor superlatif yang biasanya berbentuk kuliner. Dari hasil penghitungan telah memecahkan rekor dengan 36.000 bakso yang terbagi dalam 5.147 porsi. Ini memecahkan rekor sebelumnya yang juga tercatat atas nama Papmiso, lokasinya di sini juga," kata Manager MURI, Andre Purwandono.

Pemecahan rekor ini dilakukan dengan cara membagikan ribuan bakso pada warga yang datang dari berbagai daerah. Selain dibagikan, warga pun dipersilakan mengambil bakso pada para pedagang yang menempatkan rodanya mengelilingi lokasi. Sementara itu, perwakilan MURI disebar untuk menghitung jumlah bakso secara tersembunyi.

Pembina Papmiso, Nyumarno menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk mengampanyekan bakso agar menjadi makanan khas Indonesia.  Sejauh ini, bakso merupakan makanan yang tidak mengenal usia dan strata ekonomi. Bahkan menjadi salah satu menu saat menjamu tamu kenegaraan.

Selain itu, isu utama dalam pemecahan rekor ini yakni keinginan pedagang agar pemerintah memermudah proses sertifikasi halal bakso. Menurut dia, sertifikasi halal merupakan fondasi awal para pedagang berjualan. Produksi massal pun tidak dapat dilakukan jika belum memiliki sertifikasi halal.

"Kami sangat berterimakasih atas kinerja pemerintah soal harga daging, sebagai bahan utama bakso, cenderung stabil. Tidak ada kenaikan yang berarti sehingga para pedagang bisa berjualan dengan tenang. Kemudian soal sertifikasi halal ini kami minta agar dipermudah. Sejauh ini banyak pedagang yang ingin memasarkan baksonya lebih jauh tapi kesulitan mendapatkan sertifikasi itu," ucapnya.

Dikatakan Nyumarno, kegiatan ini digelar berdasarkan hasil sumbangan para pedagang. Untuk memproduksi 36.000 bakso, sedikitnya daging yang dihabiskan mencapai 1,2 ton.

"Sebelumnya kami mengagendakan acara ini beberapa waktu lalu, kami ajukan surat undangan presiden namun baru bisa dijadwalkan hari ini. Tidak apa-apa yang penting bakso mendapat dukungan langsung dari kepala negara," ujar dia.

Pemecahan rekor makan bakso terbanyak ini disambut antusias warga mulai Cikarang, Bekasi, Karawang hingga Jakarta. Meski lokasi sempat diguyur hujan pagi harinya dan siang hari yang terik namun warga tidak beranjak. Terlebih saat Joko Widodo hadir, ribuan warga menyerbu menyoba bersalaman.

Terkait keinginan pedagang bakso agar diberi kemudahan untuk mendapatkan sertifikat halal, Jokowi menyatakan pemerintah tengah membahas hal tersebut dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Jaminan Produk Halal.

"Makanya kenapa saya tekankan bahwa RPP produk halal itu sangat penting, utamanya untuk usaha mikro, usaha kecil yang kita miliki. Contoh pedagang mie ayam dan bakso tadi sangat menginginkan kemudahan sertifikasi halal, kalau bisa tidak dipungut biaya sepeser pun," ucap dia.

Meski demikian, Jokowi mengatakan RPP itu belum dapat disahkan karena masih dalam pembahasan yang detail. "Masih dibahas karena ini menyangkut usaha mikro dan kecil yang jumlahnya banyak sekali. Makanya harus detail agar jangan sampai setelah lolos banyak masalah di lapangan. Kalau nanti sudah terbit, sertifikasi halal itu harus bisa terbit tiga hari, tidak perlu berminggu-minggu, berbulan-bulan, makanya perlu cepat," ujarnya. (ely)