Pelaksanaan UNBK Jadi Beban Orangtua Siswa?

Iklan Semua Halaman

.

Pelaksanaan UNBK Jadi Beban Orangtua Siswa?

Sku Metropolitan
Sabtu, 30 Maret 2019


BEKASI, METRO- Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tingkat SMP semakin dekat. Tetapi beberapa sekolah SMP Negeri masih kekurangan sarana dan prasarana (Sarpas) yang dibutuhkan untuk pelaksanaan UNBK tersebut.

Di Kabupaten Bekasi, seratus (100) SMP Negeri dan dua ratus dua puluh tujuh (227) Swasta, yang mengikuti UNBK dengan jumlah peserta mencapai 38. 411 siswa.

Ketua LSM, Peduli Anak Bangsa (PAB), Drs Holder S mengatakan, pihak sekolah tak membebankan persoalan UNBK ini pada orangtua siswa. Mayoritas sekolah di di daeah masih belum memiliki komputer sesuai kebutuh pelaksanaan UNBK.  Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi dan sekolah seharusnya tidak memaksakan diri untuk pelaksanaanUNBK kalau belum memiliki sarana dan prasaran seperti Komputer maupun Laktop.

Menurutnya, akibat kurangnnya Komputer, beberpa pengelola sekolah SMPN melakukan pungutan dari orang tua siswa. Hal seperti itu dilakukan pihak sekolah demi terlaksananya UNBK. Padahal pungutan tersebut bertentangaan dengan aturan, jelasnya,

Salah seorang kepala Sekolah SMPN di Kabupaten Bekasi mengungkapkan, karena kurang tersedianya komputer di sekolah, kami meminjam laptop milik siswa.

“Saya sudah mendata siswa yang memiliki laptop, dari data tersebut, sekolah kami bisa melaksanakan UNBK di sekolah yang saya pimpin. Server sudah kami beli manggunakan dana dari Biaya Operasional Pendidikan (BOS). Dana BOS bisa digunakan untuk pembelian Komputer atau server, tetapi tidak lebih dari sepuluh juta rupiah (Rp 10.000.000),” katanya.

Dia menambahkan, satu server bisa mengoperasikan empat puluh (40) laptop, maka dalam pelaksanaan UNBK mendatang, sekolah kami telah siap, tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, MA Suparman, ketika dikonfirmasi malalui WhatsApp, menjelaskan, jumlah sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional, SMP Negeri 100, SMP swasta 227, julah siswa SMP Negeri, 26. 713 orang, SMP swasta, 11.698, total 38.411. Status penyelenggaraan mandiri Negeri 94, swasta 212, total 306 sekolah. Sedangkan yang menggabung, Negeri 6 sekolah, swasta 15 sekolah, jelasnya. (dpt)