Pengurus PWI Kabupaten Trenggalek Resmi Dilantik

Iklan Semua Halaman

.

Pengurus PWI Kabupaten Trenggalek Resmi Dilantik

Sku Metropolitan
Sabtu, 23 Maret 2019




METRO,TREGGALEK - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Trenggalek Masa Bhakti 2019-2022 , secara resmi dilantik oleh Ketua PWI Provinsi Jawa Timur (Jatim)  Akhmad Munir yang diwakili oleh wakil Ketua bidang organisasi Macmud Suhermono,di aula gedung Bawarasa,Trenggalek. Sabtu (23/3/2019)

Pelantikan pengurus PWI Trenggalek  ini berjumlah 18 orang dengan diketuai oleh Ahmad Yulis Satriaji ,Sekretaris Hardi Rangga ,Bendahara Nur Salim serta para pengurus lainnya mengusung tema "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital,"

Hadir dalam pelantikan tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) , Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) , Badan Pegawas Pemilian Umum (Bawaslu),Komisi Pemilihan Umum (KPU),Camat serta undangan lainnya

Ketua PWI Trenggalek Ahmad Yulis Satriaji dalam sambutannya mengatakan siap menjalankan amanah dan bersama-sama Anggota PWI Trenggalek untuk memajukan organisasi wartawan tertua di Indonesia itu, sebagai garda terdepan dalam menjalankan kode etik jurnalistik di kota Kripik tempe. "PWI Trenggalek siap bekerjasama dengan pemerintah daerah, Forkopimda, pihak swasta, organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama membangun Trenggalek lebih baik lagi kedepan" tuturnya

Dia menambahkan, keanggotaan PWI Trenggalek dalam menjalankan tugas jurnalistiknya harus taat pada kode etik jurnalistik dan UU PERS NO 40 TAHUN 1999. “Jadi tidak diragukan profesional dari ke anggotaan PWI Trenggalek dalam menjalankan tugas jurnalistik di Trenggalek,’’ terangnya

Sementara itu,wakil  Ketua PWI Provinsi Jawa Timur Macmud Suhermono menyampaikan, pelantikan Pengurus PWI Trenggalek  masa Bhakti 2019-2022 sangat meriah. Tentunya  ada tugas berat yang harus dilakukan PWI Trenggalek dalam mensosialisasikan netralitas wartawan dalam tahun politik seperti saat ini bahwa wartawan harus dituntut netral dalam profesinya.

Disebutkannya, PWI hadir dan mengambil peran dalam memberikan edukasi serta pembinaan kepada wartawan sehingga mereka memahami tentang aturan UU pers dan kode etik jurnalistik. Di PWI sendiri, uji kompetensi merupakan sebuah keharusan bagi wartawan yang terhimpun didalamya. 

Hal itu, untuk menjamin wartawan di PWI adalah wartawan profesional dan benar benar memahami kode etik jurnalistik. Wartawan harus mempunyai kompetensi dan di PWI harus memiliki sertifikasi wartawan lewat Uji Kompetensi Wartawan dan itu wajib.

‘’Jadi ini yang membedakan kita dengan yang lain. Wartawan di PWI adalah wartawan yang  berkompeten, punya kartu kompetensi dilindungi UU dan dewan pers. Seperti jaksa dan Polisi yang memakai baju karena sudah berkompeten,’’ jelasnya. (Sar)