Terkait Pungli, LSM dan Lembaga BPI Datangi Kantor Inspektorat

Iklan Semua Halaman

.

Terkait Pungli, LSM dan Lembaga BPI Datangi Kantor Inspektorat

Sku Metropolitan
Sabtu, 02 Maret 2019



OKU, METRO- Ketua  Lembaga Pemberantasan Korupsi Indonesia ( LPKI) dan badan peneliti Independen (BPI ) Oku mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering ulu (Kab. Oku), Kamis (28/3).

Kedatangan kedua lembaga tersebut bertujuan mengantarkan surat klarifikasi dan ingin bertemu langsung dengan Deni Diri Ekaputra, SH dan Ida Royana S,sos terkait adanya temuan dilapangan oleh kedua lembaga tersebut menyangkut kinerja dari tim inspektorat dilapangan yang terdiri dari enam orang.

Awang selaku ketua LPKI OKU mengatakan, tujuan kami hari ini mendatangi Inspektorat Kab Oku, dikarenakan adanya temuan dari tim kami dilapangan tentang adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh segelintir oknum inspektorat terkait permasalahan yang ada di desa desa yang ada di wilayah Kecamatan Semidang Aji, Kab.Oku. Nanti  permasalahan dugaan pungli akan kami tindak lanjuti kepada penegak hukum atau kepihak yang berkompeten supaya ada efek jera dimasa yang akan dating, ujar Awang kepada Metropolitan.

Yusdi selaku ketua BPI OKU menambahkan, temuan ini tentang laporan dari beberapa desa yang diduga melakukan pungli sebesar Rp.7.400.000/ desa. Menurut informasi yang masuk kepada kami, bahwa ada dugaan oknum - oknum dari inspektorat Kab. Oku meminta sejumlah uang ke beberapa kepala desa di Kecamatan Semidang Aji yang tidak jelas peruntukannya.

“Pungli ini kami duga hanya kepentingan segelintir oknum untuk mencari keuntungan pribadi guna memperkaya diri sendirii dan bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2016 tentang Saber (Sapu Bersih) Pungli. Untuk itulah kami datang ke Inspektorat guna mempertanyakan pungli tersebut," ungkap Yusdi.

Kata Yusdi, saat berada di kantor inspektorat, Deni  salah satu anggota Tim yang diduga melakukan pungli tersebut, saat menerima surat dari kedua lembaga dan membacanya, terlihat wajah Deni langsung berubah pucat dan sedikit  berkeringat serta tidak banyak bicara

“Saya tidak bisa menjawab surat ini karena saya ada atasan. Nanti saya nelpon atasan. Saya dulu dan itu ada ibu ida, dan bukan saya sendiri yang ada di tim ini," katanya sambil melangkah pergi.

Dengan alasan ingin menelpon atasannya, Deni langsung pergi keluar dari kantor inspektorat tanpa banyak bicara, dan langsung meninggalkan kami tanpa sepatah kata. Tidak lama kemudian, ibu Ida pun langsung pergi keluar kantor tanpa ada alasan yang jelas.

Yulizar selaku ketua tim wilayah 4 saat ditemui di ruangannya mengatakan, nanti saya coba berkordinasi dulu dengan bawahan saya terkait adanya permasalahan. Apa benar ada dugaan pungli yang dilakukan oleh bawahan saya, terangnya.

Setelah kami menunggu beberapa jam diluar kantor inspektorat, ternyata Deni tidak kunjung masuk kantor lagi, dan saat dihubungi  via henponnya sudah tidak aktip lagi, uja Yusdi dengan penuh kecewa. (Bambang)