Wali Kota Buka Lomba Pendidikan Tingkat Kota

Iklan Semua Halaman

.

Wali Kota Buka Lomba Pendidikan Tingkat Kota

Sku Metropolitan
Rabu, 13 Maret 2019
Wali kota Depok no 5 dari kiri melepas burung merpati tanda lomba pendidikan resmi dibuka


DEPOK, METRO- Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi di tingkat Kecamatan untuk menentukan wakil-wakilnya maju ke tingkat Kota, seluruh peserta lomba yang sudah diseleksi di tingkat Kecamatan kembali bersiap memperebutkan yang terbaik  untuk menjadi wakil Depok maju ke tingkat Propinsi.
Dengan hari-hari yang melelahkan sebelumnya,setelah sebulan penuh mengikuti rangkaian seleksi di setiap Kecamatan,duta-duta kecamatan ini harus kembali di uji kemampuannya.Namun kali ini bukan lagi berlaga di tingkat Kecamatan akan tetapi sudah akan berlaga di tingkat Kota.

Selasa,12 Maret 2019,Wali kota Depok Muhammad Idris resmi menbuka lomba pendidikan tingkat Kota dengan di tandai Pelepasan Burung merpati ke udara, yang dilangsungkan di Stadion mini Sukatani, Kelurahan Sukatani,Kecamatan Tapos.Acara ini berlangsung begitu meriah karena diiringi berbagai pertunjukan seperti Drum band dan tari tradisionil yang di tampilkan anak-anak Sekolah Dasar Kecamatan Tapos.

Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok,M Thamrin dan jajarannya,Camat se Kota Depok,Danramil Cimanggis,Kapolsek Cimanggis Tapos,Para lurah se Kecamatan Tapos,Kepala sekolah SD dan SMP,guru-guru pendamping peserta lomba,guru guru olahraga,anak peserta lomba serta orang tua murid dan juga masyarakat sekitar.

Dengan mengangkat tema, “Melalui lomba pendidikan kita tingkatkan penguatan karakter dalam menghadapi tantangan abad ke XXI.”

Ketua panitia Drs Mulyadi,yang juga Kabid pendidikan SMP,mengatakan bahwa tujuan lomba-lomba pendidikan ini dilakukan bukan saja hanya memperebutkan siapa juaranya namun yang tidak kalah penting adalah para peserta bisa mewujudkan pembentukan karakter serta displin yang kuat.

Mulyadi juga memaparkan jenis lomba-lomba yang akan dipertandingkan antara lain, OSN, O2SN, FLS2N, Pentas PAI, Pasanggiri, Olahraga Tradisional, Lomba literasi dan OPSI.Usai pembukaan semua peserta lomba sudah harus bersiap melakukan pertandingan untuk tahap seleksi tingkat Kota yang tempatnya sudah dientukan panitia yang melibatkan peserta SD dan SMP.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M Thamrin mengatakan,’’bagi siswa-siswi yang berprestasi, selain mendapat piala akan ada uang insentif sebagai bentuk penghargaan untuk memotivasi mereka yang berprestasi agar lebih giat latihan dan belajar yang kisarannya akan diserahkan kepada panitia. Tentu, hanya diberi kepada peserta yang berprestasi di tingkat Kota .Sementara bagi siswa yang berprestasi di tingkat Kecamatan diserahkan mekanismenya kepada masing masing Kecamatan,” jelas Thamrin.

Sementara Wali Kota Depok M.Idris dalam sambutannya mengatakan,Lomba-lomba pendidikan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan Pemkot setiap tahun. Dimana tujuannya adalah selain mencari bakat dan talenta dari anak-anak juga bertujuan untuk memberi pendidikan karakter serta displin kepada anak didik.Biar cerdas mental intelektual, cerdas spiritual dan cerdas sosial. Untuk itu anak anak harus kenal sama lingkungan, terutama RT dan RWnya,tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Idris juga memberikan kuis kepada peserta yang dipilih satu orang setiap Kecamatan, untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka untuk mengenali lingkungannya terlebih kepada pemimpin dilingkungannya. Wali Kota menanyakan siapa nama Camatnya, yang rata-rata tidak kenal dengan nama Camatnya. Wali Kota pun heran,mengapa nama camatnya tidak tahu.

Manahan HG,salah satu masyrakat yang ikut menyaksikan acara tersebut merasa heran sama seperti Wali Kota.Menurutnya hal itu menjadi pukulan kepada Camat yang mungkin selama ini kurang bersosialisasi kesekolah-sekolah sehingga rata-rata siswa tidak kenal dengan Camatnya. Atau apakah pihak sekolah yang tidak mau mengundang Camat apabila ada acara kegiatan di sekolah sekolah? Hal itu akan menjadi‘’Pekerjaan Rumah’’ bagi Camat ataupun pihak sekolah agar hal tersebut menjadi pembelajaran,Ujarnya.( Jalampong ).