Dana Silpa Kabupten Bekasi Ta 2018 Mencapai 1,03 Trilliun

Iklan Semua Halaman

.

Dana Silpa Kabupten Bekasi Ta 2018 Mencapai 1,03 Trilliun

Selasa, 30 April 2019



METRO,KAB.BEKASI - Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) di Kabupaten Bekasi pada 2018 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi 2018, Silpa mencapai Rp1.029.219.164.179. Sedangkan pada ABPD 2017 lalu, Silpa yang tercatat sebesar Rp891.936.602.320.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja enggan menjawab ketika disinggung soal penyebab meningkatkanya Silpa 2018. Ia langsung menuju kendaraannya usai menghadiri sidang paripurna dengan agenda Laporan Kerterangan) Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Bekasi Tahun 2018, Selasa (30/4/2019).

Sementara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Sunandar menduga, meningkatnya Silpa APBD Kabupaten Bekasi 2018 disebabkan beberapa hal. Seperti efisiensi anggaran atau gagal pembangunan.

“Saya juga belum tahu laporan dari pansus (LKPJ). Apakah karena efisiensi anggaran atau gagal pembangunan,” katanya usai sidang paripurna.

Disinggung soal Silpa 2018 yang meningkat karena terdampak dari kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat yang melibatkan Bupati Bekasi, Sunandar tidak menjawab.

“Enggak tahu juga ya. Ini kan kewenangan eksekutif, dan akan kami tanyakan ke eksekutif. Makanya kami akan mempelajari buku (LKPJ) ini dan membentuk pansus,” katanya.

Sekadar informasi, APBD Kabupaten Bekasi termasuk salah satu yang tertinggi di Jawa Barat bersama Kabupaten Bogor dan Kota Bandung.

Sayangnya, anggaran yang besar tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga Silpa mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Bekasi, pada 2018 pendapatan Pemerintah Kabupaten Bekasi mencapai Rp5.194.984.158.385. Kemudian ditambah Silpa pada 2017 menjadi Rp6.086.920.760.705.

Namun dari jumlah itu tidak seluruhnya dianggarkan untuk pembelanjaan. Melainkan hanya Rp6.027.560.676.782.

Jumlah tersebut terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp2.838.343.039.239, serta belanja langsung Rp3.189.217.637.543.

Namun hingga akhir tahun, anggaran yang terserap hanya Rp5.057.701.596.526 atau 83,91 persen dari anggaran pembelanjaan.

Sehingga dari total pendapatan dikurangi pembelanjaan menghasilkan Silpa mencapai Rp1,03 triliun. (Ely/Martinus)