Jaksa Hadirkan 16 Saksi DPRD Kab.Bekasi Disidang Kasus Suap Perizinan Meikarta

Iklan Semua Halaman

.

Jaksa Hadirkan 16 Saksi DPRD Kab.Bekasi Disidang Kasus Suap Perizinan Meikarta

Senin, 01 April 2019


Jaksa KPK Hadirkan para saksi dari DPRD Kab Bekasi dalam sidang lanjutan suap Perizinan Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung,senin (1/4)


METRO,BADUNG  -  Sidang perkara lanjutan suap perizinan Proyek Meikarta kembali digelar di pengadilan Tipikor Negeri Bandung, senin (1/4). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) hadirkan 16 saksi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi hingga 5 staf DPRD.

Mereka dihadirkan sebagai saksi soal fasilitas ke Thailand dari Meikarta terkait Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yakni Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar, Wakil Ketua DPRD Mustakim.

Sedangkan, saksi dari anggota DPRD Kabupaten Bekasi yakni H.Daris, Jejen S, Yudi Darmansyah, H Taih Minarno, Abdul Rosyid, H.Anden, Haryanto, Edi Kurtubi, H Syaifulloh, Mamat Hidayat, Nyumarno, Suganda serta H Khairan.

Saksi lainnya, Setwan DPRD Kabupaten Bekasi Endang Setian, Ika Kharismasari (Kasubag Persidangan Setwan DPRD Kabupaten Bekasi), Mirza Suandaru Riatno (Kasubag TU Setwan DPRD Kabupaten Bekasi), Sartika Komalasari (Kasubag Umum/Staf Bagian Keuangan Setwan DPRD Kabupaten Bekasi), Rosyid Hidayatulloh (eks staf Setwan DPRD Kabupaten Bekasi).  

Jaksa pada KPK I Wayan Riana sebelumnya menjelaskan kehadiran para saksi untuk diklarifikasi soal dugaan aliran uang proyek Meikarta yang digunakan untuk jalan-jalan ke luar negeri. 

KPK pernah menyampaikan adanya pengembalian uang dari para anggota dewan yang totalnya mencapai Rp 180 juta. KPK menduga sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu menerima fasilitas wisata bersama keluarganya ke Thailand. Fasilitas itu diduga KPK terkait pembahasan rencana detail tata ruang (RDTR) di DPRD yang masih terkait kepentingan Meikarta

Dalam persidangan ini total ada lima terdakwa yang diadili yaitu Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin, Kadis Pekerjaan Umum PR Pemkab Bekasi Jamaludin, Kadis Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kadis DMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi.

Mereka didakwa menerima suap dari Lippo Group terkait perizinan proyek Meikarta. Dalam perkara yang sama, ada empat orang yang sudah divonis terbukti bersalah sebagai pemberi suap yaitu Billy Sindoro, Fitra Djaja Purnama, Henry Jasmen P. Sitohang, dan Taryudi.(Red).