Manotar Tampubolon:Dakwaan JPU Disinnyalir Menyimpang dari BAP

Iklan Semua Halaman

.

Manotar Tampubolon:Dakwaan JPU Disinnyalir Menyimpang dari BAP

Kamis, 04 April 2019


METRO,SUBANG - Materi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa  Hilman Nainggolan Bin Jahormat di nilai bertentangan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BPA) dan Meteri dakwaan didasarkan pada tindak pidana yang dilaporkan/tidak ada delik yang dilaporkan.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Kuasa Hukum Dr Manotar Tampubolon SH MH kepada SKU Metropolitan di Pengadilan Negeri Subang, kamis (4/4).

"Materi yang di dakwakan JPU tidak di temukan sama sekali dalam berita acara para saksi," kata Manotar.

Manotar menyebutkan bahwa seluruh laporan polisi  adalah laporan tindak pindana pencurian tidak ada satupun pengadaan/ laporan polisi sebgaimana jaksa penuntut umum terhadap terdakwa. 

"Sebab Hilman Nainggolan pun diperiksa sebagai tersangka atau terdakwa dengan laporan polisi yang sama yaitu LP No POl: 436/10/2018/JBR/RES-Subang tgl 8 oktober dan laporan Polisi No Pol LP 437/X/ 2018 /JBR / RES-Subang tgl 8 oktober 2018 adalah adalah laporan tindak pidana pencurian, bukan laporan polisi pekara turut serta melakukan kejahatan atau pertolongan jahat/tadah dalam perkara pencurian dengan Pemberatan pada pasal 363 jo 55 atau pasal 480 KUHP Pidana,"jelas pria  Dosen Pasca Sarjana UKI tersebut.

Manotar menilai, materi JPU terhadap Hilman Nainggolan melanggar pasal 481 ayat (1) dan subsidair pasal 480 ayat (1) KUHP merupakan dakwaan yang tidak benar atau palsu.

"Karna dalam dakwaan jaksa penuntut umum tidak mengakomudir terdapatnya fakta fakta yuridis yang telah di sampaikan oleh saksi Anju sinaga yaitu tidak menjelaskan keterangan bahwa saksi tidak mengetahui barang barang itu di jual,"ucap Manotar.

Maka menurutnya, dakwaan JPU  tanpa ada laporan atau pengaduan dari korban tentang tindak pidana yang di dakwaan haruslah di nyatakan batal demi hukum karna tidak memenuhi ketentuan pasal 143 ayat (3) KUHP pidana.

"Apalagi terdakwa Hilman Nainggolan adalah korban rekayasa penyidik yang telah duduk dikursi pesakitan dengan tuduhan yang tidak pernah dilakukannya," tutur Manotar 

Sementara, Jaksa Penuntut Umum Wudiatmoko ketika ditanya tentang dakwaan yang diduga tidak sesuai dengan BAP, tidak bersedia berkomentar (Dapot)