Perubahan Sosial Masyarakat Melalui Gerakan Satu Desa Satu Bank Sampah

Iklan Semua Halaman

.

Perubahan Sosial Masyarakat Melalui Gerakan Satu Desa Satu Bank Sampah

Sku Metropolitan
Rabu, 24 April 2019


TRENGGALEK, METRO--  Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M meluncurkan Gerakan Satu Desa Satu Bank Sampah dengan memberdayakan wanita yang diselenggarakan di Desa Bolorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, Rabu (24/04/2019).


Berbagai upaya mengurangi dan mengelola sampah yang setiap hari dibuang di berbagai tempat seakan berjalan di tempat tanpa hasil maksimal. Lingkungan hidup pun terancam dengan sampah yang setiap hari terus menggunung.

Kabupaten Tulungagung pun juga tidak lepas dari permasalahan sampah. Sisa sampah yang belum terolah memerlukan penanganan serius supaya tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup  Sukaji, selaku ketua panitia Lounching gerakan satu Desa satu bank sampah menyebutkan bahwa kegiatan ini untuk mempercepat perkembangan bank sampah di Kabupaten Tulungagung melalui suatu gerakan masif yang terstruktur mulai dari tingkat desa, tingkat kecamatan, sampai tingkat kabupaten. 

Selain itu kegiatan ini juga untuk mendukung pencapaian target lndonesia Bebas Sampah tahun 2025 sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (JAKSTRANAS) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Kegiatan ini untuk mendukung pencapaian target lndonesia Bebas Sampah tahun 2025 sesuai Perpres Nomor 97 Tahun 2017.” ungkap Sukaji
Sementara itu,Plt. Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M menyampaikan harapannya agar kegiatan satu desa satu bank sampah dapat segera terwujud sehingga permasalahan sampah dapat terkurangi. Ia memberikan instruksi kepada seluruh Camat, Kepala Desa/Kelurahan, Tim Penggerak PKK untuk konsen terhadap program satu desa satu bank sampah.

“Semoga Program Satu Desa Satu Bank Sampah segera terwujud sehingga beban permasalahan sampah dapat terkurangi.” ungkap Maryoto Birowo

Plt.bupati menambahkan,sampah-sampah yang bagi masyarakat tidak berguna apabila ditangani dengan baik dapat menghasilkan uang dan menjadi berkah
"Masyarakat harus merubah pola pikir yang selama ini sampah dianggap masalah ,oleh karena itu dengan adanya bank-bank sampah , masyarakat akan mendapatkan uang dan berkah," ucapnya

Sementara itu,Kepala Desa Bolorejo Iswanto mengatakan,didirikanya bank sampah di Desa Bolorejo sesuai instruksi Bupati Tulungagung agar membuat satu desa satu bank sampah

"Sesuai instruksi Bupati Tulungagung untuk mendirikan satu desa satu bank sampah,dengan tujuan untuk merubah pola pikir warga masyarakat agar hidup lebih bersih dan sehat dan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya

Melalui gerakan tersebut, semoga saja desa-desa bisa memanfatkan kaum wanita di daerahnya untuk mengolah sampah agar penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh sampah tidak kita rasakan lagi serta apa yang diingikan oleh pemerintah bisa berjalan sesuai harapan. (Sar).