Pemuda Asal Trenggalek Setubuhi Anak Dibawah Umur

Iklan Semua Halaman

.

Pemuda Asal Trenggalek Setubuhi Anak Dibawah Umur

Sku Metropolitan
Jumat, 10 Mei 2019


TRENGGALEK, METRO – Cema Ismail (19) pemuda asal Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, akhirnya diringkus jajaran polres Trenggalek. Sebab, ia diduga kuat telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, sebut saja namanya Melati (nama samaran).

Akibat perbuatan pelaku ini, Melati yang masih duduk di bangku kelas XI SMA di Kabupaten Trenggalek itu kini tengah berbadan dua dan  saat ini tengah mengandung janin berusia sekitar lima bulan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, membenarkan penangkapan pelaku pencabulan  anak di bawah umur itu. Menurut Kapolres, Ismail diamankan petugas, setelah orang tua korban melapor ke Mapolres Trenggalek.
“Benar Unit PPA Satreskrim Polres Trenggalek mengamankan pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan dan korbannya masih di bawah umur hingga hamil. Saat ini kasus masih dalam proses penyidikan petugas,” ucapnya, Jumat (10/5/2019).

Didit menyampaikan, aksi pencabulan itu berawal pada bulan Juni 2018 lalu. Ketika itu korban berkenalan dengan pelaku di sebuah warung di Pantai Konang, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Kemudian setelah berkenalan, pelaku dan korban merajut tali asmara. Seiring berjalannya waktu, pemuda itu lantas merayu korban dan mengajak melakukan hubungan intim. Rayuan manis dan janji bakal menikahi, membuat hati Melati meleleh tak berdaya dan termakan rayuan manis Ismail.
Melati pun pasrah tak berdaya saat Ismail merenggut kegadisanya. dua remaja yang tengah dilanda  asmara itu pun nekat melakukan hubungan layaknya suami-istri. bahkan, aksi persetubuhan itu dilakukan kedua sejoli ini hingga 3 kali. Pertama pada bulan Agustus, November dan pada Desember 2018.
“Perbuatan tidak senonoh  tersebut dilakukan di rumah pelaku,” terangnya

Didit menjelaskan, perbuatan itu terbongkar setelah orang tua korban merasa curiga dengan perubahan kondisi tubuh si buah hatinya. Kemudian orang tua korban memeriksakan anaknya ke bidan desa setempat dan hasilnya melati positif hamil.

“Begitu mengetahui kejadian yang dialami anaknya, orang tua korban tidak terima dan akhirnya melaporkan perkara tersebut ke Polres Trenggalek guna proses lebih lanjut,” terangnya
Usai menerima laporan itu, petugas pun langsung bergerak cepat. usai melakukan serangkaian penyelidikan, Ismail pun kemudian diciduk petugas saat sedang santai di rumahnya. Selain meringkusnya, polisi juga mengamankan barang bukti aksi pencabulan yang dilakukannya.

“Pelaku akan dikenakan pasal 18 ayat (2) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas kapolres. (sar)