Gedung Sekolah Rusak, Dinas Pendidikan Tutup Mata

Iklan Semua Halaman

.

Gedung Sekolah Rusak, Dinas Pendidikan Tutup Mata

Sku Metropolitan
Minggu, 23 Juni 2019


BEKASI, METRO- Beberapa bulan lalu, saat berkunjung ke nelayan Muara Gembong, Presiden Jokowi Widodo, menyambangi SMP Negeri 1 Muara Gembong karena ada laporan dari masyarakat tentang kondisi gedung sudah lama rusak.
Kunjungan Presiden tersebut tak membuat pemerintah Kabupaten Bekasi berbenah dan justru banyak gedung sekolah yang rusak dan terus bermunculan di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Bahkan miris, sekolah rusak ini terkesan dibiarkan dan belum ada respon dari pihak terkait, khususnya dinas pendidikan Kabupaten Bekasi sebagai penyelenggara maju mundurnya tiga pilar pendidikan yakni, meningkatkan akses pendidikan, meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, dan meningkatkan daya saing serta akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan, sesuai roh desentralisasi pemerintahan.
Kerusakan nampak terlihat pada bagian-bagian penting sekolah dan biasa dijadikan lokasi belajar murid sangat memprihatinkan seperti, plafon sudah ambruk, kramik terkelupas, dan pintu kamar mandi tidak ada karena rusak termakan usia. Kerusakan itu nampak di SDN Samudrajaya 04 Kp. Tambun 3 bagian Ds. Samudrajaya, Kec. Taruma Jaya  Kab. Bekasi.
Di sekolah itu plafon sudah ambruk, kramik terkelupas, dan pintu kamar mandi tidak ada karena rusak termakan usia "Kondisinya memang sudah banyak yang rusak bangunan sekolah ini," kata salah satu orang tua warga  yang tidak mau disebut namnya di lokasi  Sekolah SDN Samudrajaya 04, Selasa (20/06/2019).
Dirinya Juga meminta kepada Bupati Bekasi untuk melihat kondisi sekolah tersebut dimana banyaknya ruang kelas yang sudah bolong. Kondisi ini harus segera diperbaiki, khawatir serpihan atap bisa ambruk dan mengenai siswa yang sedang belajar,” tuturnya
Warga tersebutpun menyebutkan bahwa jumlah siswa/i yang belajar SDN Samudrajaya 04 jumlah keseluruhan kurang lebih 250 orang dan kepala sekolah bernama Andi Siswanti, sedangkan guru yang mengajar berjumlah sebelas orang, empat diantaranya ASN, sedangkan yang tujuh masih honor.
Sementara Kepala sekolah, saat mau di konfirmsi tidak ada di tempat, karena sudah selesai kegiatan belajar mengajar, ujar salah seorang warga.
Pergantian Penjabat Disdik Diragukan
Pergantian pejabat Disdik Kab Bekasi yang baru dan baru berlalu diragukan oleh Ketua Umum Pusat Lembaga Sosial Masyarakat Peduli Anak Bangsa (PAB)  Drs.Halder S.
Halder mengatakan, pergantian Kadisdik Kab Bekasi hanya ibarat ganti plat nomor kendaraan, namun kondisi gedung sekolah tetap memprihatinkan dan sejumlah anak didik sebagian belajar dilantai dan dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah semakin menjadi- jadi.
“Pasalnya kadisdik yang baru ini pernah disebut  dalam sidang Korupsi Suap Perijinan Meikarta menerima upeti tentu ini menjadi salah satu keraguan  dapat menjaga Marwah Pendidikan dalam memperbaiki sistem manajemen pendidikan di Kabupaten Bekasi ,” tutur Halder  (Acep/Karsim)