Diduga Korupsi Oknun Manajemen PT Suzuki Indomobil, Serikat Lakukan Unjuk Rasa

Iklan Semua Halaman

.

Diduga Korupsi Oknun Manajemen PT Suzuki Indomobil, Serikat Lakukan Unjuk Rasa

Jumat, 05 Juli 2019
FKU SPAMK FSPMI PT.Suzuki Indomobil  melakukan aksi unjuk rasa  di depan pabrik mereka  di Jl Raya diponigoro  Km 38,2 Tambun Selatan, Kab Bekasi, Jawa Barat, Jumat (5/7)/Fhoto Martin

BEKASI,METRO - Ratusan Buruh Serikat kerja Metal Automoive Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT. Suzuki Indomobil Motor (FKU SPAMK FSPMI PT SIM)  melakukan aksi unjuk rasa  di depan pabrik mereka  di Jl Raya diponigoro  Km 38,2 Tambun Selatan, Kab Bekasi, Jawa Barat, Jumat (5/7).

Dalam aksinya, mereka menyampaikan tuntutan terhadap sejumlah persoalan. Salah satunya, yakni mendesak agar pihak manajemen mengusut tuntas dugaan praktik korupsi yang dilakukan salah seorang oknum manajemen di perusahaan automotive yang kini masih berkeliaran.

“Menurut keterangan pihak manajemen saat agenda klarifikasi pada tanggal 24 Juni 2019 lalu bahwa oknum manajemen yang melakukan tindakan korupsi sedang dalam proses hukum. Kita ada risalah hasil pertemuannya,” kata Ketua PUK Serikat Pekerja Automotive Mesin dan Komponen (AMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)  PT Suzuki Indomobil Motor, Heru Wibowo kepada Metropolitan di lokasi.

Namun yang disesalkan, hingga saat ini yang bersangkutan masih berkeliaran dan tidak diberikan sangsi tegas apalagi dari Presiden Direktur. Hal ini, dianggap menimbulkan citra negatif buat manajemen dapat diduga telah melakukan diskriminasi terhadap karyawan dan terkesan melindungi sesuatu dugaan tindakan pidana kejahatan.Ini dapat menjadi contoh yang tidak baik untuk perkembangan dan kepentingan masa depan perusahaan.

“Kalau karyawan di level operator yang melakukan kesalahan, Managemen bertindak sagat cepat menerapkan sangksi skorsing maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan kalau misalkan belum terbukti, itu pun sudah dikenakan skorsing. Tetapi oknum manajemen yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dan mengakibatkan kerugian dengan nilai rupiah yang sangat besar malah masih dibiarkan bebas bekerja,” kata dia.

Oleh karenanya, buruh mendesak pihak manajemen perusahaan dapat segera mengambil tindakan tegas dan konkrit serta tidak pandang bulu dalam menyelesaikan persoalan itu. Jika dibiarkan, hal ini jelas bisa menjadi contoh yang tidak baik untuk perkembangan dan kepentingan masa depan perusahaan.

“Kami menunggu pihak managemen meluruskan penegakan hukum yang seadil-adilnya untuk kepentingan dan masa depan perusahaan. Pihak manajemen ataupun presiden dikrektur, jangan tumpul ke atas tajam ke bawah,” kata dia.

Heru menambahkan, dalam aksinya para buruh juga menolak keras jajaran manajemen dan pengurus perseroan lama untuk kembali masuk ke PT Suzuki Indomobil Motor.“Jadi kita meminta di 2019 ini adanya proses penyegaran manajemen. Kita minta suzuki di Indonesia dipimpinan oleh manajemen lokal yang benar-benar murni tidak memiliki kepentingan  apapun dan berpihak kepada kesejahteraan karyawan,” ujarnya.

Selain itu, para buruh menutut adanya peningkatkan kesejahteraan buruh seperti selisih kenaikan upah dan masa kerja masuk dalam setiap kenaikan upah, penambahan dana pensiun menjadi 3P3J dan penambahan plafon pengobatan sesuai draft usulan PUK.

“Ini yang menjadi tuntuntan kami.  Jika tidak ada gubrisan dari tuntutan kami, sebab ijin  aksi yang kami ini sampai 7 hari dan  kami akan melakukan aksi seperti ini lebih besar lagi sebab aksi ini serentak dilaukan  diseluruh  Plan,” kata dia. (Ely/Martinus)