Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke- 73 dan HUT Kota Pagar Alam ke-18 Mengadakan Sunatan Massal

Iklan Semua Halaman

.

Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke- 73 dan HUT Kota Pagar Alam ke-18 Mengadakan Sunatan Massal

Sku Metropolitan
Kamis, 11 Juli 2019


PAGAR ALAM, METRO- Sunatan masal dalam rangka hut kota pagaralam ke 18 dan hari bhayangkara ke 73 . acara sunatan masal di laksanakan di perkantoran camat pagaralam utara . yang di hadiri oleh , wakil wali kota pagaralam Bapak M . Padli se , kapolres AKBP Tri saksono puspo aji , camat pagaralam utara , Bapak Ahmad ahli romadhon ,s ,stp , msi , kapolsek Bapak AKP Herry w , lurah , kepala bank sumsel babel , Bapak M . toupan yulistian , pol pp , biro hukum , kepalah dinas kesehatan , rumah sakit besemah , dan undangan lainya . 

Dalam sambutan wawako mengatakan yang utama umat muslim membersihkan diri untuk kesehatan , menghilangkan penyakit virus dan terimah kasih kepada masyarakat yang telah hadir dalam acara sunatan masal ini . sunatan masal ini di laksanakan di kantor camat pagaralam utara 3 juli 2019 , dan di hadiri oleh masyarakat 10 kelurahan . Acara ini melibatkan medis dari polri dan kesehatan kota pagaralam . salah seorang masyarakat mengatakan kepada media , Bapak Ahlamsyah , mengapriasi , kegiatan sunatan masal ini untuk kepentingan masyarakat . untuk ke depanya mengharapkan pelayanan di tingkatkan lagi , di akhir acara di lanjutkan pemantauan pelaksanaan sunatan oleh rombongan
Ratusan anak lelaki berusia rata-rata 8 – 10 tahun dengan diantar orang tua masing-masing memperlihatkan muka ceria dan bersemangat saat memasuki halaman Kantor Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam Sumatera Selatan, Rabu (3/7).
Namun, tak lama berselang suara gaduh dan jerit tangis terdengar dari beberapa rungan yang ada di Kantor Kecamatan. Bahkan terlihat seorang anak sambil menjerit histeris berusaha melepaskan diri dari pegangan seorang Wanita paruh baya dan tim medis.
Adalah Dimas (7) yang berusaha dibujuk dan ditenangkan ibunya Eli Nurlita (42) warga Kelurahan Alundua Kota Pagaralam.
Dimas, awalnya berbaring biasa saja dan tidak merasa gugup sesaat akan dilakukan prosesi khitan oleh tim medis Dinas Kesehatan. Namun, mendengar ada anak yang menjerit disebelahnya, dia ikut ikutan menangis dan berontak bahkan nyaris melarikan diri jika saja tak ditahan ibunya.
Dimas merupakan salahsatu dari 101 anak-anak yang mengikuti kegiatan khitanan masal dalam rangka HUT Kota Pagaralam ke 18 dan HUT Bhayangkara ke 73 Tahun 2019 yang digelar di Komplek Kantor Kecamatan Pagaralam Utara.
Usai dikhitan, wajah Dimas dan anak-anak lainnya tampak ceria setelah diberi es krim dan kain sarung oleh pihak panitia. Ibu Dimas sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota dan Polres Pagaralam yang menggelar sunatan masal, sehingga Dimas yang yatim tersebut dapat dikhitan di masa libur sekolah.
“Alhamdullilah, Dimas sudah dikhitan, terimakasih kepada walikota dan pak Kapolres,” ungkap Eli Nurlita.
Sementara itu Wakil walikota Pagaralam M. Fadli didampingi Kapolres AKBP trisaksono Puspo Aji dan Camat Pagaralam Utara, Ahmad Ali Ramadhan, yang menyaksikan prosesi khitanan masal mengatakan, kegiatan yanh merupakan agenda Pemkot Pagaralam dan Polres Pagaralam ini, digelar untuk kedua kalinya, dimana sebelumnya digelar di Kecamatan Dempo Tengah. Mengingat bertepatan dengan masa libur sekolah, diharapkan peserta akan banyak.
“Alhamdullilah bhakti sosiala khitanan masal kali ini diikuti lebih dari 100 anak, melebihi target 75 anak. Mudah-mudahan bermanfaat dan mereka menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa serta berbhakti kepada orang tua, kegiatan ini merupakan salahsatu sumbangsih Pemkot dan Polres terhadap masyarakat,” tutur wawako.
Wawako dan Kapolres juga secara pribadi memberikan bingkisan kepada anak-anak yang dikhitan yang diserahkan langsung.
Kegiatan yang melibatkan 35 paramedis dari Dinas Kesehatan Pemkot Pagaralam dan 5 tenaga medis dari Polres ini bukan tanpa kendala. Puluhan anak yang terlihat mulai gelisah dan ketakutan saat menunggu giliran, gagal dibujuk dan ditenangkan orang tuanya. Merekapun pulang dan tidak jadi dikhitan.
Menyikapi beberapa anak yang gagal dikhitan, pihak Dinas Kesehatan masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk dikhitan dipuskesmas diwilayah mereka masing-masing, tidak dipungut biaya.(ADV/Hendi)