Tilang Elektronik Mulai Berlaku 1 Juli, Tak Tebus Denda STNK Diblokir

Iklan Semua Halaman

.

Tilang Elektronik Mulai Berlaku 1 Juli, Tak Tebus Denda STNK Diblokir

Sku Metropolitan
Senin, 01 Juli 2019


JAKARTA, METRO-- Tilang elektronik atau Electronic-Traffic Law Enforcement (e-TLE) resmi diberlakukan hari ini. Sepuluh kamera supercanggih baru telah dipasang di ruas Jalan Sudirman–Thamrin untuk mendukung penindakan secara digital.

Kepolisian pun akan bertindak tegas bagi pelanggar lalu lintas. Apalagi, sistem ini sudah hampir delapan bulan disosialisasikan ke publik. Ancaman terberat bagi pelanggar yang tidak menebus denda adalah pemblokiran surat tanda nomor kendaraan (STNK). Praktis, dengan sanksi ini sang pemilik kendaraan pun tak bisa membayar pajaknya sebelum melunasi denda tilang e-TLE.

Dukungan kamera canggih baru pun diyakini akan mampu mendeteksi pelanggar lebih valid. Tak hanya nomor kendaraan, kamera ini mampu menembus kaca gelap mobil sehingga mengetahui pengendara menggunakan sabuk pengaman (seat belt) dan bermain ponsel saat menyetir atau tidak. Pengendara yang melebihi batas kecepatan juga tak luput terekam kamera closed circuit television (CCTV) ini.

Sasaran penindakan sementara kebijakan ini adalah mobil dan sepeda motor berpelat B. “Mulai Senin, 1 Juli 2019, tilang elektronik akan berlaku. Hampir delapan bulan sudah cukup uji coba, besok kami akan menerapkannya,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf.

Sebelumnya sistem e-TLE diperkenalkan sejak November 2018 lalu. Selama itu pula pembenahan sistem terus dilakukan, salah satunya menambahkan beberapa fitur pengaduan. Kombes Yusuf meyakini saat ini masyarakat sudah memahami kondisi dan penempatan e-TLE, termasuk sistem pembayarannya. Untuk pengawasan, puluhan petugas akan bekerja selama tiga shift selama 24 jam.

Nantinya dari server yang tersimpan di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, petugas akan men-capture pelanggaran dan melaporkan pada sistem. Setelah itu, sistem mengirimkan bukti pelanggaran ke nomor ponsel dan alamat sesuai registrasi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Selain itu, pengiriman surat konfirmasi dan foto bukti pelanggaran akan dilakukan ke alamat pemilik melalui PT Pos atau surel. Proses ini akan berlangsung selama tiga hari setelah terjadinya pelanggaran.

Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi penerimaan melalui laman www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi android ETLE-PMJ.

“Pemilik kendaraan dapat mengirimkan blangko konfirmasi itu ke Posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya di Pancoran. Pelanggar diberikan waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi,” papar Kombes Yusuf.

Dari itu semua, nantinya pemilik wajib mengklarifikasi siapa pengendara yang waktu itu melanggar. Pembayaran bisa dilakukan selama tujuh hari untuk membayar denda tilang melalui bank atau mengikuti proses persidangan.

"Bila tak mengindahkan, STNK akan diblokir." kata Kombes Yusuf. (dpt)