TMMD Reguler Ke-105,Warga Mengaku Senang Rumahnya Direnovasi

Iklan Semua Halaman

.

TMMD Reguler Ke-105,Warga Mengaku Senang Rumahnya Direnovasi

Jumat, 12 Juli 2019

TRENGGALEK,METRO  - Program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-105 Kodim 0806/Trenggalek,ini merupakan program antara TNI dan Pemerintah Daerah. 

Desa Sumurup dan Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menjadi sasaran Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reg ke-105 tahun 2019.

Di kedua desa itu, TNI bersama warga akan
membangun jalan rabat beton sepanjang 1,62 kilometer (km), membangun tembok penahan jalan, merenovasi delapan rumah tak layak huni, dan mushola.

Komandan Korem 081/DHIRATSAHA JAYA Madiun, Kolonel Inf Masduki mengatakan, kegiatan itu semua untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jumlah total Personil sebanyak 150 orang. Tetapi juga bisa bertambah sesuai kebutuhan, karena ada tambahan bantuan tenaga dari masyarakat. Dari masyarakat mungkin bisa lebih banyak lagi,” katanya, usai mengikuti Upacara Pembukaan TMMD di Lapangan Desa Surenlor, Kamis (11/7/2019).

Dua desa yang dipilih, kata Danrem, merupakan hasil koordinasi Pemkab Trenggalek dengan TNI. Daerah yang dipilih sebagai TMMD merupakan wilayah yang membutuhkan pembangunan cepat. “Dengan begitu, daerah tersebut bisa lebih sejajar dengan daerah lain, baik dari sisi sarana, maupun prasarana,” terangnya

Sementara itu,Komandan Kodim (Dandim) 0806/Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto menjelaskan, pelaksaan TMMD di dimulai bulan 8 Juli hingga 8 Agustus 2019. Selain sarana fisik, ada juga kegiatan nonfisik yang bakal digelar di sana.

Contohnya, penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, dan pencegahan narkoba. Salah satu hal vital yang dikerjakan dalam TMMD itu adalah pembangunan jalan rabat beton akses penghubung Desa Dompyong dan Sumurup sepanjang 1,6 kilometer(km).

“Aktivitas warga  sebelumnya harus berputar melalui desa Surenlor karena jalan yang tersedia rusak parah dan susah dilalui. Kami merabat jalan sehingga bisa memperpendek jarak tempuh. Sehingga langsung dari Dompyong ke Sumurup atau sebaliknya,” katanya.

Jalan itu, kata Dodik, juga merupakan akses penunjang warga menuju titik pusat perekonomian sekitar sana. Dengan jarak tempuh yang pendek, warga bisa lebih cepat menuju lokasi tersebut.

Sementara itu,bupati Trenggalek M Nur Arifin menjelaskan,program TMMD sangat membantu Pembangunan di Trenggalek,yang tak terjangkau oleh dana APBD.selain itu,Pembangunan fisik dalam TMMD juga bisa merambah kewilayah lainya yang tak bisa dibangun oleh Pemkab Trenggalek.

"Seperti jalan,kalau bukan ruas jalan kabupaten ,kami tidak bisa membangun.dengan TMMD akhirnya bisa dibangun dengan swakelola antara warga dengan bergotong royong bersama TNI," kata bupati termuda di Indonesia ini.

Kedepan,kata Mas Ipin.pemkab Trenggalek  akan mendorong skema program serupa Untuk daerah-daerah terpencil lainya yang tak tersentuh dana APBD.

Dua Desa dikecamatan Bendungan sengaja menjadi Prioritas sasaran TMMD sekaligus Untuk Menyambut akses jalan lingkar wilis .Selain itu,kecamatan Bendungan juga termasuk salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.

"Pendidikan warganya juga masih dibawah rata-rata daerah lain,harapanya daerah ini bisa meroket,"paparnya

Meroket merupakan semboyan baru yang digagas mas Ipin dalam Membangun Trenggalek.kata itu adalah akronim dari maju ekonomi rakyatnya,orang dan warganya kreatif,serta ekosistemnya terjaga.

Ditempat lain,Bani(60) warga dusun Tumpak Aren ,Desa Dompyong,kecamatan Bendungan tersenyum berkali-kali ketika Rumahnya yang sudah lapuk sedang direnovasi dikunjungi oleh pejabat TNI dan Pemkab Trenggalek

"Senang sekali mendapat bantuan seperti ini,saya juga dibantu memelihara beberapa ekor sapi susu perah Untuk menambah pemasukan," katanya (sar)