KLHK Bersama Pemkab Bekasi Kerjasama Pulihkan DAS Citarum

Iklan Semua Halaman

.

KLHK Bersama Pemkab Bekasi Kerjasama Pulihkan DAS Citarum

Sku Metropolitan
Rabu, 21 Agustus 2019



JAKARTA, METRO – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3) bersama dengan pemerintah Kabupaten Bekasi  melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama Pengelolaan sampah di daerah aliran sungai (DAS) Citarum , Jakarta, Rabu (21/8),


Dengan adanya MoU ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi nantinya akan mendapatkan bantuan berupa Pendirian Fasilitas Pusat Daur Ulang ((PDU) sampah dengan Kapasitas 10 ton/hari. PDU ini juga dilengkapi fasilitas pengomposan dengan kapasitas 10 hingga 30 ton per hari.yang rencananya akan dibangun di wilayah Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara.

Selain itu, dengan kerjasama ini Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan mendapatkan bantuan berupa Alat Biodogester berkapasitas 1 ton/hari dan 5 Unit Motor Sampah Roda Tiga.

Direktur Jenderal PSLB3, Rossa Vivien Ratnawati, dalam sambutannya mengharapkan agar bantuan dari pemerintah pusat ini dapat digunakan sebaik-baiknya. "Saya berharap sarana dan prasarana yang dibangun nanti tolong digunakan dengan baik untuk menjaga dan mengoptimalkan pengelolaan sampah", tutur Vivien.

Vivien juga menekankan bahwa Pemerintah melakukan multi pendekatan dalam pengelolaan sampah. Pertama adalah kampanye yg masif untuk mengurangi sampah. Kedua adalah pendekatan Circular Economy, bagaimana sampah bisa menghasilkan nilai ekonomis, dalam hal ini pusat daur ulang berperan sangat penting. Ketiga, adalah melalui teknologi, dengan membangun incinerator, biodogester, dan sebagainya.

Adapun sarana yang akan dibangun adalah Pusat Daur Ulang (PDU).PDU ini dibangun dengan kapasitas pengelolaan sampah 10 ton per hari. PDU ini juga dilengkapi fasilitas pengomposan dengan kapasitas 10 hingga 30 ton per hari.

Pengoperasian fasilitas PDU ini dimungkinkan untuk dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sekitar 5.000 ton CO2 per tahun, dan efektivitas biaya sekitar 2 Juta rupiah per ton CO2 per tahun. Bagian yang tidak kalah penting dari fasilitas ini adalah untuk mengendalikan pembentukan Gas Metana dengan mengurangi jumlah sampah yang ditimbun, dan karenanya pengurangan emisi CO2 untuk sumber energi adalah 50 ton CO2 per tahun melalui pengelompokan dan meningkatkan efektivitas pengangkutan untuk transportasi sampah ke tempat pemrosesan akhir. 


Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, KLHK bertugas mempercepat pelaksanaan dan keberlanjutan kebijakan pengendalian DAS Citarum melalui operasi pencegahan, penanggulangan pencemaran dan kerusakan serta pemulihan. 

Terkait dengan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, KLHK secara sinergis dan berkelanjutan dengan mengintegrasikan program dan kegiatan pada masing-masing kementerian lembaga, termasuk optimalisasi personel dan peralatan operasi. Edukasi dan sosialisasi juga telah dilakukan kepada masyarakat, komunitas daur ulang dan komunitas pengumpul sampah melalui bank sampah sepanjang DAS Citarum, sehingga diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.

Sementara itu, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan terimakasihnya atas bantuan dan kerjasama yang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Dirinya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung upaya yang dilakukan secara bersama dan terintegrasi baik oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta masyarakat.

"Sesuai dengan program prioritas kami dalam membangun Bekasi Baru Bekasi Bersih tentu hal ini merupakan sebuah langkah yang akan kita dukung dan akan kita jalankan bersama sama" Tegas Eka.

Dirinya juga mengatakan bahwa jajarannya telah menyiapkan langkah langkah strategis dalam hal pengelolaan sampah khususnya di wilayah DAS Citarum salah satunya dengan meningkatkatkan partisipasi masyarakat dalam mengolah serta memilah sampah sehingga dapat dimanfaatkan kembali, dan sisanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah.

Selain Pemerintah Kabupaten Bekasi, Penandatangan Kesepahamanan dan Kerjasama Fasilitas Pengelolaan Sampah juga dihadiri 4 Kabupaten lainnya diantaranya Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Indramayu.(Ely/Martinus)

Baca Berita :
Kabupaten Bekasi Gencar Membagun Layanan Publik  Hingga Ifrastruktur.
Monitoring & Evaluasi 10 Program Pokok PKK dan 5 Lomba di Desa Mekarsari
Tim Persikasi Resmi Launcing, Bertekad Masuk Liga 1 Indonesia
Eka Supria Atmaja Kukuhkan Forum Masyarakat Kabupaten Bekasi