KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Restitusi Pajak PT. WAE

Iklan Semua Halaman

.

KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Suap Restitusi Pajak PT. WAE

Jumat, 16 Agustus 2019


JAKART,METRO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi suap terkait dengan pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Eka Marga atau PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan setelah KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dilanjutkan dengan penyelidikan maka ditetapkan lima tersangka, sebagai pemberi suap yakni Komisaris PT. WAE (sebelum Tahun 2017 dan sejak Tahun 2017)  Darwin Maspolim (DM).

Empat tersangka lain sebagai penerima yakni  Yul Dirga (YD) sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga, Kanwil Jakarta Khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil, dan Hadi Sutrisno (HS) sebagai Supervisor Tim Pemeriksa Pajak PT. WAE di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga.

Selanjutnya, dua orang lainnya sebagai penerima adalah Jumari (JU) sebagai  Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT. WAE dan M. Naim Fahmi (MNF) Anggota Tim Pemeriksa Pajak PT. WAE.

"Tersangka Darwin Maspolim (DM) pemilik saham PT. WAE diduga memberi suap sebesar Rp1,8 miliar untuk Yul Dirga (YD),Hadi Sutrisno (HD), Jumari (JU)  dan  M Nain Fahmi (MNF) agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp5,03 miliar dan tahun pajak 2016 sebesar Rp2,7 miliar," kata Saut  saat melakukan konfrensi pers di gedung KPK ,Jakarta Kamis (15/8).

Saut menyebutkan bahwa Pihaknya sangat menyesalkan terjadinya suap dan kongkalikong Tim Pemeriksa Pajak dengan wajib pajak. Semestinya, pajak yang dibayarkan digunakan untuk pembangunan yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat," kata.Saut.

Namun dalam perkara ini pembayarannya direkayasa sedemikian rupa. Saut mengatakan Alih-alih perusahaan sebagai wajib pajak membayar pajak ke negara, dalam kasus ini justru ditemukan Negara yang harus membayar klaim kelebihan bayar pada perusahaan. 

"Praktik seperti ini pasti mencederai hak masyarakat yang telah sadar membayar pajak untuk pembangunan,"kata saut

Atas dugaan tersebut sebagai pemberi, tersangka Darwin Maspolin (DM) disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Untuk empat tersangka lain disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sekedar di ketahui PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis dealer untuk mobil merek Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda. (Martinus)

Baca Berita :