Orangtua Siswa SMPN 1 Tamsel Keluhkan Pungutan

Iklan Semua Halaman

.

Orangtua Siswa SMPN 1 Tamsel Keluhkan Pungutan

Sku Metropolitan
Jumat, 16 Agustus 2019



BEKASI, METRO- Pungutan liar (Pungli) masih kerap terjadi di lembaga pendidikan pemerintah. Berdalih untuk pengadaan komputer, pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tambun Selatan, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, meminta sumbangan kepada para orangtua siswa sebesar Rp.50.000/siswa.

Salah seorang orang tua siswa, warga Desa Mangunjaya mengeluhkan pungutan dan besarnya biaya yang harus dibayarkan orang tua siswa kelas VII. Selain pungutan untuk pengadaan komputer, biaya seragam sekolah sebesar Rp 1.000.000, juga dikeluhkan orang tua siswa

Menurutnya, saat registrasi ulang, para orang tua siswa disarankan untuk membeli seragam sekolah di sekolah, demikian juga orang tua siswa dihimbau supaya menyetorkan uang sebesar Rp.50.000/siswa untuk pengadaan Komputer. Komputer di SMPN 1 Tambun Selatan masih kurang, karena pemerintah hanya menyediakan komputer sebanyak sepuluh (10) unit, katanya menirukan ungkapan pihak sekolah.


Dikatakan orang tua murid, diberbagai media, pemerintah selalu mengingatkan masyarakat agar menyekolahkan anaknya tanpa di pungut biaya khususnya pada jenjang SD dan SMP. Tapi mengapa masih ada pungutan di SMPN 1 Tambun Selatan? sepertinya kepala sekolah “Bak raja kecil” yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah, ungkapnya dan meminta pemerintah khususnya Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, untuk mengambil tindakan, sebab tindakan kepala sekolah telah merorong wibawa Bupati Bekasi.

Terkait keluhan orang tua murid, Kepala SMPN 1 Tambun Selatan yang di konfirmasi melalui surat tertulis Nomor 34/Red/konf/VIII/2019, tanggal 8 Agustus 2019, hingga berita ini dibuat tidak ada jawaban dari kepala sekolah, (dpt)