Pikades Serentak Bagi 16 Desa di Kabupaten Bekasi Digelar Tahun 2020

Iklan Semua Halaman

.

Pikades Serentak Bagi 16 Desa di Kabupaten Bekasi Digelar Tahun 2020

Sku Metropolitan
Kamis, 19 September 2019
Kepala Bidang (Kabid)  Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi Beni Yusnandar


BEKASI,METRO  -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bekasi akan menggelar pemilihan kepada desa (pilkades) bagi 16 desa yang masa jabatan Kepala Desanya sudah habis. Kegiatan tersebut akan digelar serentak pada tahun 2020 mendatang.

Kepala Bidang (Kabid)  Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi, Beni Yusnandar mengatakan sudah adanya surat edaran Bupati terkait tahapan Pilkades 2020.Untuk hari H (Pemungutan suara) tanggal 19 April 2020.

"Tahapan Pilkades serentak Kabupaten Bekasi dimulai pada Januari 2020. Sedangkan pelantikan kepala desa terpilih dilakukan pada 18 Juni 2020," kata Beni  saat diwawancarain Metropolitan,Rabu (18/9/2019).

Beni mengungkapkan, serentaknya, pilkades ini dimana Kepala Desa yang terakhir masa jabatannya berakhir adalah desa mangunjaya, kecamatan Tambun Selatan yaitu tanggal 20 januari.Jadi setelah tanggal itu, semua secara serentak di 16 Desa membentuk panitia pilkades.

Persiapan lainnya untuk Pilkades Serentak 2020 ialah usulan anggaran ke Pemerintah Kabupaten Bekasi. Anggaran yang diusulkan untuk pemilihan kepala desa tahun depan mengalami kenaikan dibanding sebelumnya.

“Kalau Pilkades Serentak 2018 lalu itu asumsi anggarannya Rp20 ribu untuk satu pengguna hak pilih setiap desa. Kalau 2020 kita usulkan menjadi Rp25 ribu per pengguna hak pilih setiap desa,” katanya.
“Jadi dari 16 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak 2020, masing-masing mendapat bantuan keuangan Rp300 juta sampai Rp400 juta,” lanjut Beni.

Di Kabupaten Bekasi sebenarnya ada 17 kepala desa yang masa jabatannya habis pada 2020 mendatang. Namun satu desa yakni Desa Setia Asih mengajukan perubahan status menjadi kelurahan sehingga pilkades di desa tersebut ditiadakan. “Pada 2018 kemarin hasil Musdes, Desa Setia Asih mengajukan ingin menjadi kelurahan. Maka Pilkades Setia Asih Kecamatan Tarumajaya berdasarkan arahan bupati ditiadakan,” ungkapnya.

Disamping itu, Beni menyampaikan bagi masyarakat yang ingin maju di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2020 harus memperhatikan beberapa hal  utamanya ialah soal nilai standar seleksi bakal calon Kepala Desa (Kades) yakni pengalaman di pemerintahan, pendidikan dan usia.

Pasalnya, penilaian seleksi bakal calon kepala desa diusulkan lebih spesifik di Perbup Bekasi Nomor 5 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa. Saat ini, usulan tersebut menunggu untuk ditandatangani Bupati Bekasi.

“Untuk petahana nilai plusnya adalah pengalaman di pemerintahan desa dan poinnya 100. Pernah jadi sekdes, BPD atau kaur juga ada penilaiannya,” katanya,

Meski demikian, kata Beni, tidak ada jaminan petahana lolos seleksi. Karena masih ada kriteria penilaian dan sejumlah tes yang harus dilalui.

“Juga ada penilaian di pendidikan dan usia. Kalau untuk usia, idealnya 41 sampai 45 tahun. Kalau usia di bawah itu atau lebih maka skornya kurang dari 100. Kalau pendidikannya setingkat SMP maka nilainya kecil antara 40 sampai 50,” ungkapnya.

Penilaian tiga kualifikasi tersebut nantinya diakumulasikan dengan hasil tes wawancara dan tes tertulis serta lima indikator lainnya. Hasilnya akan menentukan apakah bakal calon kepala desa lolos atau tidak.

“Bobot nilai ini memudahkan panitia seleksi dan menjadi standar penilaian ketika ada bakal calon kepala desa yang mendaftar lebih dari lima orang. Tapi itu masih draft menunggu ditandatangani bupati,” katanya.

Selain penilaian yang lebih spesifik, ada beberapa poin dalam Perbup tersebut yang diusulkan untuk direvisi. Yakni soal jumlah bakal calon kepala desa yang mendaftar lebih dari lima orang dan proses administrasi di tiap panitia pemilihan kepala desa.

“Kita juga mencermati Pilkades Serentak 2018 lalu. Jadi kita bersama pihak kecamatan dan desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak merumuskan apa saja yang perlu direvisi di Perbup itu,” katanya.

Soal panitia seleksi bakal calon kepala desa, rencananya DPMD akan menggandeng pihak IPDN. Jumlah panitia seleksi sebanyak 10 orang.

“Nanti kalau perubahan (Perbup) sudah ditandatangani Bupati akan kita sosialisasikan di pertengahan Oktober 2019,” katanya. [Ely]