Baru Dibangun, RKB SMPN 13 Tamsel Sudah Rusak

Iklan Semua Halaman

.

Baru Dibangun, RKB SMPN 13 Tamsel Sudah Rusak

Sku Metropolitan
Minggu, 13 Oktober 2019


BEKASI, METRO- Proyek pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) SMP Negeri 13 Tambun Selatan, Kec.Tambun Selatan, Kab. Bekasi, Prop. Jawa Barat yang baru selesai dibangun satu tahun lalu kini kondisinya sudah rusak. Hal itu mengecewakan penerima manfaat, juga para orang tua murid.

Proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018 rusak lagi dan sudah tidak ada pekerjanya. Diduga hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan harapan penerima manfaat maupun orang tua murid yang menyekolahkan anak-anaknya di sekolah itu.

Ketua LSM Lembaga Monitoring Pembangunan Penanggulangan SumberDaya Manusia Indonesia (LMPPSDMI), J. Leo Butar Butar mengatakan, pembangunan ruangan belajar dilaksanakan tahun anggaran 2018, belum genap satu tahun, kini kondisi bangunan sudah benyak yang mengalami kerusakan, seperti daun pintu dan keramik sudah pecah.

Diduga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pengguna anggaran tidak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan. Kalau Dinas PUPR melakukan pengawasan tidak mungkin bangunan tersebut langsung rusak, mungkin saja pengguna anggaran bersekongkol dengan pelaksana pembangunan untuk mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut, katanya.

Dia menambahkan, akibat pecahan keramik diruang belajar, para siswa sangat kwatir karena pecahan tersebut bisa mencelakai siswa. Demi kenyamanan kegiatan belajar mengajar, Dinas PUPR diharapkan segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan RKB tersebut, ujarnya berharap.

Tidak hanya itu, sambungnya, beberapa bagian dinding ruang kelas belajar terkelupas, dan diduga disebabkan material bahan bangunan yang digunakan oleh kontraktor pelaksana asal-asalan atau tidak berkualitas, sehingga konstruksi bangunan tidak kokoh atau tidak mampu bertahan lama.

Selain itu, kata Leo, kondisi kerusakan bangunan  sekolah tersebut juga sudah terlihat pada bagian kusen jendela. Yang ironisnya lagi, keberadaan pintu dan jendela ruang kelas belajar, karena daun pintu yang dipasang hanya menggunakan material triplek tipis dan lembek," ungkapnya.

Leo menghimbau kepada para dewan guru dan para siswa agar ekstra hati-hati dalam menggunakan ruang kelas saat berlangsungnya proses belajar mengajar.

Kepala SMP Negeri 13 Tambun Selatan, Asamaj Yayususeni mengatakan, pembangunan tahun anggaran 2018 sebanyak delapan belas (18) RKB. Jumlah ruang belajar saat ini menjadi 24, ditambah  ruangan lainnya, katanya.

Ketika diminta tanggapannya tentang bangunan yang baru dibangun sudah langsung rusah, kepala sekolah tidak bersedia berkomentar, hanya berharap segera dilakukan perbaikan agar tidak mencelakai siswa dan guru.