Majelis Hakim Keluarkan Terdakwa Acam bin Mendung dari Penjara

Iklan Semua Halaman

.

Majelis Hakim Keluarkan Terdakwa Acam bin Mendung dari Penjara

Selasa, 15 Oktober 2019


BEKASI,METRO- Perkara pidana No. 419/Pid.B/2019/PN.Bks, terdakwa Acam Bin Mendung (79) yang  dipimpin Ketua Majelis Hakim Togi Pardede SH. MH, masing-masing anggota Ranto Pasaribu SH dan Ramli Rizal SH, pada PN Bekasi, akhirnya mengeluarkan terdakwa Acam bin Mendung (79) dari penjara, Senin 14/2019.

Penetapan yang dibacakan Ketua Majelis Togi Pardede di persidangan 14 Okt 2019, menyebutkan dalam pertimbangannya bahwa terdakwa Acam bin Mendung sudah usia tua hampir 80 tahun dan sudah sakit-sakitan serta juga memperimbangkan atas Permohonan Penasehat Hukum sebagai penjamin atas diri terdakwa Acam bin Mendung tidak akan melarikan diri.

Pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum, Fariz Rachman, SH dalam dakwaannya menyebutkan bahwa perbuatan terdakwa Acam bin Mendung telah bersalah melakukan tindak pidana Penipuan, Penggelapan, Pemalsuan dan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik, sebagai mana diatur dalam pasal 378, 372 dan 263 KUHP

Penasehat Hukum (PH), terdakwa Acam bin Mendung dari Law Office BMS Situmorang, Budiono SH,  Winter Edward Situmorang, SH, dan Yohanis Vianey Poa, S.H.

BMS Situmorang usai persidangan menyebutkan bahwa untuk pengajuan permohonan ini sudah lama, sejak sidang pertama 7 Agust 2019, karena menurutnya bahwa terdakwa Sibuta huruf, Simiskin dan Situa-renta ini tidak bersalah melakukan sebagaimana yang dituduhkan oleh JPU.

BMS menjelaskan, bila terdakwa Acam bin Mendung dituduh menipu, apa yang ditipu, bila dituduh menggegelapkan apa yang digelapkan dan bila dikatakan memalsukan data otentik, data apa yang dipalsukan, dari semua saksi-saksi yang diperiksa dipersidangan, tidak ada dari saksi yang mengatakan bahwa terdakwa Acam pernah bertemu dengan saksi korban/pelapor Direktur PT. Anugerah Duta Sejati (ADS) Laurence MT.

Dengan pertemuan yang dimotori oleh Camat Bekasi Barat, Muhamad Bunyamin dan salah seorang staf Kelurahan Jakasampurna Rama Wardana, bersama Dr. Manumpak pada bulan Januari 2017, untuk memasarkan tanah objek Girik C, No. 997 Persil 69 atas nama terdakwa Acan bin Mendung kepada PT. ADS/Apartemen Galaksi Park/Dirut. Laurence.MT.

Selanjutnya atas permintaan Supardi SH dan Camat Bekasi Barat Muhamad Bunyamin, pada tanggal 22 Mei 2017, Mursalim mengajak terdakwa Acam bin Mendung ke kantor Notaris/ PPAT Harry Purnomo,SH,MH,M.Kn. dan menyuruh membubuhkan tanda tangan dan cap jempol pada Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (APPJB) Nomor: 25 tanggal 22 Mei 2017, antara Acam sebagai penjual dan Supardi SH, sebagai pembeli atas kuasa dari Dirut. PT. ADS Laurence MT.

Camat Bunyamin mengetahui bahwa DR. Manumpak Sianturi keberatan dengan Akta  PPJB Nomor, 25 tanggal 22 Mei 2017 tersebut, sehingga Camat Bunnyamin berinisiatif mendamaikan Dr. Manumpak dengan terdakwa Acam bin Mendung, sehingga timbul Surat Perdamaian pada tanggal 29 Sept 2017, yang pada prinsipnya hasil penjualan tanah itu dibagi dua setelah dikeluarkan biaya-biaya lainnya.

Apakah hal seperti ini, bukan merupakan pengakuan bahwa tanah tersebut adalah tanah Acam bin Mendung, tanya PH terdakwa.

Sebenarnya perkara pidana ini adalah perkara perdata, karena yang dipersengketakan adalah masalah kepemilikan tanah, sehingga terjadilah kriminalisasi hukum kepada Acam bin Mendung hingga penahanan badan oleh penyidik Polda Metro Jaya, yang bertujuan untuk membungkam mulut terdakwa Acam agar tidak menuntut tanah objek sengketa tersebut, hal ini dapat diketahui disaat pemeriksaan terdakwa, bahwa salah seorang penyidik menawarkan pada terdakwa Acam bisa terlepas dari segala tututan hukum asalkan terdakwa Acam tidak lagi  mencampuri mengenai tanah tersebut, ujar Situmorang

Sebelum Acam bin Mendung ditahan pada tanggal 16 Mei 2019, kemudian pada tanggal 02 Mei 2019, Penyidik PMJ menjemput paksa Danny Wadanugun (Hollat 9-3-1976) sebagai pengusaha Cucian Mobil dilokasi tersebut, atas suruhan terdakwa Acam.