Raih Prestasi, SMPN 1 Tamsel Jadi Sekolah Percontohan

Iklan Semua Halaman

.

Raih Prestasi, SMPN 1 Tamsel Jadi Sekolah Percontohan

Sku Metropolitan
Rabu, 02 Oktober 2019



BEKASI, METRO- Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi patut berbangga pada sekolah-sekolah yang telah berhasil meraih prestasi siswa dan guru tingkat, Kabupaten, Provinsi maupun nasional, seperti SMPN 1 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.


Berkat keberhasilan SMPN 1 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan sarana dan prasarana seperti Komputer dan pembangunan ruangan belajar melalui Dana Alokasi Khusus [DAK]. Hal itu dikatakan Kepala sekolah SMPN 1 Tambun Selatan, Hj Annisa S. Pd. M.Pd, di rungang kerjanya, Jumat [27/9], didampingi Komite sekolah, Leo Butar butar dan Ramses M.

Hj Annisa menjelaskan, Pemerintah daerah Kabupaten Bekasi menetapkan SMPN 1 Tambun  Selatan sebagai salah satu sekolah percontohan. Saat ini kami sedang melakukan penataan, sistem pembelajaran yang mana setiap guru mata pelajaran sudah siap mengajar di ruang kelas yang telah ditentukan sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya, sehingga saat pergantian pelajaran bukan guru yang datang ke kelas siswa, namun siswa datang ke kelas guru [Moving Class] tahun pelajaran 2019/2020, jelasnya.

Dia menambahkan, tujuan kami adalah, meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan dapat mengikuti pendidikan.

“Selain itu mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat serta budaya dengan memperhatikan keadaan di lingkungan sekitar sekolah. Saya ditunjuk Pemerintah daerah mewakili Kepala sekolah berprestasi melakukan studi banding ke Singapura, selama satu setengah bulan. Maka  sebelum Bupati menunjuk SMPN 1 Tambun Selatan sebagai sekolah percontohan, kami sudah merencanakan Moving Class” ungkapnya Annisa.

Beberapa prestasi yang diraih guru dan siswa antara lain, juara I dengan piala dan sertifikat dari Menterian Pemuda dan Olahraga [Menpora], juara ke III Basket, piala dan sertifikat dari Menpora, Juara I TAEKWONDO Mendali dan piala dari Menpora, Juara cipta puisi diraih siswa bernama, Rofi, tingkat Kabupaten yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan pada acara anak Bekasi membaca pada tanggal 17 September 2019.

Sementara prestasi yang diraih guru adalah juara  1 OGN [Olimpiade Guru Nasional] Matematika tingkat Kabupaten diraih oleh, Riska, tetapi karena Riska guru honor dan tidak memiliki Surat Keputusan [SK] Bupati, tidak bisa mengikuti OSN dilanjutkan ke tingkat Provinsi. Padahal penyaringan guru berprestasi cukup ketat dan harus mampu meraih nila tertinggi. kami telah mengajukan ke Kepala Dinas Pendidikan agar ibu Riska dibuatkan SK Bupati. ujar Annisa.

Terpisah Kepala Bidang [Kabid] SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Ridwan Kusuma mengatakan, kami memberi penguatan dan dorongan kepada sekolah yang sudah di tunjuk menjadi sekolah percontohan, terus meningkatkan prestasinya, baik administrasi, proses belajar mengajar, penguatan pendidikan diinternal, pendidikan karakter dan gali semua potensi untuk meningkatkan mutu pendidikan disekolah, sehingga bisa mengimbas pada sekolah lainnya, ujarnya.

Anggota Komite sekolah SMPN 1 Tambun Selatan, J. Leonard Butar  Butar [biasa disapa Leo], ketika dimintai tanggapannya tentang sistim pembelajaran Moving class, menjelaskan, metode moving class ini hanya bisa diterapkan oleh sekolah-sekolah bertaraf internasional. Kenapa? Karena metode tersebut memerlukan peralatan yang lengkap, tentu mengeluarkan biaya yang banyak. Pengetahuan yang didapatkan sang murid sangatlah positif.

Manfaat dari Moving Class tersebut sangat banyak, seperti, meningkatkan disiplin siswa dan guru, meningkatkan keterampilan guru dalam memvariasikan metode dan media pembelajaran yang diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari, meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan bersikap terbuka pada setiap mata pelajaran serta meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Pendidikan di Indonesia semestinya sudah harus menggunakan metode ini agar sang murid memahami secara teoritis dan dapat mempraktekkannya dalam bergaul di lingkungan sekitar.

Hasil akhirnya, diharapkan sang murid tidak lagi melakukan hal-hal yang negatif. Lalu, bagi sekolah yang belum menggunakan metode Moving Class karena alasan finansial dan peralatan yang dibutuhkan tidak tersedia, karena dan Biaya Operasional Sekolah [BOS], mampu membiayai Moving Class. Maka peran pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sangatlah diperlukan dalam membantu terealisasinya metode tersebut, ujarnya.

Leo menambahkan, peran media masa sangat dibutuhkan mempublikasikan kebutuhan sekolah untuk meningkatkat mutu pendidikan.   Peran media dalam dunia pendidikan adalah membantu siswa dalam memperoleh dan menambah pengetahuan baru. Melalui media masa, siswa dapat mencari dan menggali berbagai macam informasi yang dibutuhkan guna menunjang proses pembelajaran. Selain itu, media masa juga dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyerap berbagai informasi yang ada. Maka kami mengharapkan wartawan memuat berita di media masa bisa menambah ilmu bagi siwa dan guru, jelasnya. [arnol]