Rehab Total SDN Pantaibahagia 04, PPTK Diduga Merangkap Konsultan

Iklan Semua Halaman

.

Rehab Total SDN Pantaibahagia 04, PPTK Diduga Merangkap Konsultan

Sku Metropolitan
Selasa, 15 Oktober 2019


BEKASI, METRO- Rehab Total SDN Pantaibahagia 04 Kecamatan Muara Gembong pada Dinas Pekerjaan Perumahaan dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi Anggaran tahun 2019 sebesar Rp. 1.598.800.000,  disinyalir tidak sesuai dengan perencanaan awal. Hal itu terbukti dengan kegiatan pembangunan yang seharusnya dua lantai tetapi dikerjakan satu lantai.

Seketaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Selaku Kuasa Pengguna Anggaran, Iman Nugraha Saat ditemui di Gedung DPRD mengatakan, mengenai hal tersebut akan melakukan komfirmasi terlebih dahalu karena sifatnya sagat tehnis

"Saya kompirmasi dulu, kepada bidangnya," kata Imam kepada watawan Metropolitan, Selasa (15/10).

Disinggung, ada dugaan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), merangkap konsultan dan pengawas,  Imam menyebutkan hal tersebut tidak diperbolehkan
"Massa ada PNS Merangkap Konsultan," kata Iman.

Tekaitnya ada dugaan PPTK menjadi konsultan dirinya akan mengkrosecek terlebih dahulu terhadap informasi tersebut, bila memang benar diminta agar berhenti menjadi konsultan.
 .
Diberitakan sebelumnya, Kepala tukang pelaksana proyek, Agus, ketika dikonfirmasi di lokasi pembangunan menuturkan, dalam perencanaan awal pembangunan ruangan belajar ini, bertingkat, tetapi karena kultur tanahnya labil atau tidak mendukung, maka terjadi perubahan menjadi satu lantai, tetapi tetap empat ruangan belajar. Sedangkan perusahaan pelaksana pembangunan adalah CV Timur Sarana Jaya, dengan nilai Rp 1.549.969.000,.

Menurutnya,  perubahan pembangunan dari dua latai menjadi satu lantai sudah diketahui oleh orang Pemda Kabupaten. Dalam perencanaan Pondasi bangunan 1,5 meter, tetapi karena kultur tanah pundasi dirubah menjadi 80 cm. Apabila digali lebih dalam, langsung penuh dengan air, kedalaman 80 cm saja kita sudah harus pakai pompa untuk menyedot air. Untuk mengecoran pondasi kita pakai anyaman bambu dulu, disedot airnya baru dilaksanakan pengecoran, ujarnya.

Agus menambahkan, walaupun terjadi perubahan rencana pembangunan dari dua lantai menjadi satu lantai, biaya pembangunannya tetap sama. Sedangkan petugas dari Pemda yang melakukan pengawasan adalah, Bahruddin merangkap Konsultan dan  PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, jelasnya.(karsim/Martinus)

Baca Berita :
Uang Pindah Ke Rekening Pribadi Pegawai Damkar Kab.Beakasi, Kata Pengamat Itu Bentuk Korupsi
BPK Temukan Penyimpangan Pembayaran Pajak Dipindahkan Ketabungam Pribadi
BPK Menunjukkan Kelebihan Pembayaran PBI Jaminan Kesehatan Kab.Bekasi Rp165juta 
Empat Pemimpin DPRD Kabupaten Bekasi Periode 2019-2024 Resmi Dilantik
Ada "Kabupaten Cikarang" Dalam Surat Depnaker Kabupaten Bekasi