Rizal Divonis Satu Tahun Kurungan atas Pencemaran Nama Baik Walikota Bekasi

Iklan Semua Halaman

.

Rizal Divonis Satu Tahun Kurungan atas Pencemaran Nama Baik Walikota Bekasi

Kamis, 03 Oktober 2019

Fhoto : Pembacaan Putusan Perkara Pidana Terdakw Syahrizal alias Rizal/Red

METRO,BEKASI - Sidang perkara pidana terdakwa Syahrizal alias Rizal (44) yang dijerat UU ITE pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik Walikota Bekasi Dr. H.Rahmat Effendi, yang diduga menggunakan 'ijazah palsu' , terdakwa divonis satu tahun Penjara dan denda sebanyak 500jt karena terbukti bersalah yang dibacakan Hakim pada persidangan di  Pengadilan Negeri (PN)  Kota Bekasi, Rabu  (2/10).

Dalam putusannya  Ketua Majelis Hakim, Adeng Abdul Kohar masing-masing anggota Togi Pardede dan Beslin Sihombing SH. MH
menyampaikan, mengadili terdakwa Syarizal alias Rizal telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan, dapat mengakses elektronik atau dokumen elektronik yang memiki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain yang dilakukannya secara berkelanjutan sebagaimana didakwa dalam primer.

"Menjatuhkan pidana terdakwa Syahrizal alias Rizal selama satu tahun dan denda sebanyak 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti kurungan selama tiga bulan,"kata Ketua Majelis Hakim Adeng Abdul Kohar.

Diakhir membacakan putusannya Ketua Majelis Hakim mengatakan, atas putusan ini baik terdakwa maupun penuntut umum mempunyai hak yang sama menerima baik putusan ini.

"Untuk mengajukan upaya hukum banding kalau tidak merasa puas juga sama, dipikir pikir dahulu dalam waktu tenggang waktu tujuh hari," kata Ketua Majelis.

Sementara, Pengacara Wali Kota Noval Alrasyid mengatakan, terkait keputusan itu sudah dianggap adil karena subjek hukum yang menjadi korban adalah Wali Kota Bekasi selaku kepala daerah. Kata Noval bicara soal kehormatan Walikota Bekasi putusan vonis hakim dinilai itu cukup adil,ungkapnya usai persidangan.

"Sebenarnya itu tidak terlepas ada penilaian sosiologi terhadap kehormatan seorang kepala daerah. Jika kehormatan kepala daerah yang diserang menjadi pertimbangan yang menurut hukum atau hakim adalah kehormatan itu adalah jabatan seorang kepala daerah," kata Noval menanggapi.

Sementara disinggung soal tudingan adanya "permainan" karena dinilai cukup ringan jika dilihat dari sangsi hukumnya maksimal 6 tahun dan /atau denda uang sebesar 1 miliar  karena Syahrizal didakwa dengan UU ITE Pasal 27 Junto 45 tentang pencemaran nama baik. Namun dibantah oleh Noval Al Rasyid.

"Kasus ini kan semua sudah menjadi konsumsi publik dan diberitakan oleh media. Tidak ada itu istilah "komunikasi dan kordinasi" dalam kasus rizal," tegasnya.(Martinus/Bresman Sirait)

Berita terkait :
Pledoi kuasa hukum  Terdaka Syahizal Menilai Tem Terdakwa Menilai Tuntutan JPU Keliru
Sidang Lanjutan Syahrizal,Penasehat Hukum Menilai Perkaranya Dimasuki Politik
Penasehat Hukum Pertanyakan Integritas Hakim Dalam Persidangan