Sekda Meminta Camat dan Kepala Desa Tertibkan TPS Ilegal

Iklan Semua Halaman

.

Sekda Meminta Camat dan Kepala Desa Tertibkan TPS Ilegal

Rabu, 02 Oktober 2019
Seketaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, H Uju


BEKASI,METRO- Seketaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, H Uju mengatakan agar warga berperan aktif menjaga kebersihan lingkugan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Di Kabupaten Bekasi Muncul beberapa tempat pembuangan sampah (TPS) sementara yang Ilegal.

"Saya minta peranan Camat dan kepala Desa  untuk menertibkan keberadaan TPS Iegal yang berada di Kabupaten bekasi karena bahaya kalau dibiarkan,"kata Uju, saat diwawacarai oleh awak media usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila,Selasa (1/10/2019).

Penertipan terhadap keberadaan TPS ilegal, Uju menyebutkan tidak mungkin dilakukan hanya Dinas Lingkungan hidup saja. Ini harus dikerjakan secara bersama sama dengan Camat dan Kepala Desa, baru persoalan ini bisa dapat selesai.

Dibertikan sebelumnya,  Warga Desa Karangreja, Kecamatan Pebayuran mengeluhkan sampah rumah tangga yang menumpuk, sampah tersebut bersumber dari perumahan BWI dan TPI yang dibuang setiap harinya dilahan milik pengelola perumahan di Kampung Kobak Rante. Apalagi, mereka sempat mengadu ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

Menurut informasi, sampah diangkut setiap harinya sebanyak 3 sampai 4 mobil truk dari perumahan BWI dan TPI. Sehingga sampai saat ini, tumpukan sampah hampir melebihi kapasitas lahan yang di sediakan. Warga sekitar mengeluhkan asap dan bau busuk sampah yang setiap hari bertambah, pihak pengelola sengaja membakar sampah-sampah tersebut agar bisa tetap menampungnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman mengatakan, akan menindaklanjuti keluhan warga dan akan segera mencari tahu status tempat pembuangan sampah tersebut.

“Keluhan ini akan segera kami tindaklanjuti, salah satunya kami akan mencari tau status TPS tersebut, kalau statusnya ilegal kami akan meminta dinas terkait untuk menutupnya,” kata dia, saat diwawancarai wartawan di ruangannya, Senin (30/9).

Lanjut dia, wajar bila warga mengeluhkan karena sampah rumah tangga, merupakan sampah yang tidak nilai ekonomisnya yang ada menimbulkan aroma tidak sedap, ditambah lagi timbunan sampah tersebut juga bisa menyumbat aliran air disekitarnya.

“Informasinya sampah diangkut tiap hari dari perumahan itu sekitar 4 truk, bayangkan bila itu benar bisa berdampak penyumbatan saluran air sekitar, karena menurut warga tumpukan sampah memang berdekatan dengan saluran air,” ujar dia.

Dalam waktu dekat, masih kata Soleman, DPRD Kabupaten Bekasi akan memanggil pihak pengelola perumahan dan Dinas LH. “Dalam waktu dekat ini kami akan panggil keduanya, pihak pengelola dan dinas terkait,” tandasnya. (Ely/Martinus)