Sembilan Bulan Terakhir, Ratusan Wanita Pilih Menjanda

Iklan Semua Halaman

.

Sembilan Bulan Terakhir, Ratusan Wanita Pilih Menjanda

Sku Metropolitan
Jumat, 25 Oktober 2019


TRENGGALEK, METRO - Dalam sembilan bulan terakhir tercatat sebanyak 872 janda baru ada di kota kripik tempe Trenggalek yaitu dari bulan Januari hingga September 2019.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Trenggalek. sejak bulan Januari hingga September 2019 tercatat perkara yang diputus cerai sebanyak 1.257 perkara. dari angka itu, sebanyak 387 merupakan perkara cerai Talak yang diajukan pihak suami. Dan sebanyak 872 perkara adalah cerai gugat  yang diajukan pihak istri. 

"Masalah yang melatar belakangi cerai gugat mayoritas karena faktor ekonomi, " tutur Humas Pengadilan Agama Trenggalek,Drs.H.M.Daim Khoiri,S.H.M.Hum,kepada skumetropolitan,kamis (24/10/2019).

Selain faktor ekonomi, kata Daim Khoiri adalah faktor perselingkuhan/adanya pihak ketiga juga menjadi sebab lain dari cerai gugat. Sebab, perselingkuhan juga tak hanya dilakukan pihak suami, namun juga pihak istri. 

Lalu bagaimana apabila tergugat tidak datang setelah dipanggil secara patut? 

Daim Khoiri menjelaskan, dalam ketidak hadiran tergugat,Majelis Hakim akan memberikan putusan verstek. Verstek merupakan putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim tanpa hadirnya tergugat dan tanpa alasan yang sah meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut. Putusan verstek ini merupakan pengecualian dari acara persidangan biasa sebagai akibat ketidak hadiran tergugat atas alasan yang tidak sah.

Dalam acara verstek tergugat dianggap ingkar menghadiri persidangan tanpa alasan yang sah dan tergugat dianggap mengakui sepenuhnya secara murni dan bulat semua dalil gugatan penggugat. Putusan verstek hanya dapat dijatuhkan dalam hal tergugat atau para tergugat tidak hadir pada hari sidang pertama.

Putusan tersebut tampak kurang adil bagi tergugat karena dijatuhkan tanpa kehadirannya. Sementara perkara tidak mungkin digantung tanpa akhir yang pasti atau harus segera diselesaikan. Walaupun demikian bukan berarti pintu telah tertutup bagi tergugat. Tergugat masih memiliki jalan untuk mendapatkan pengadilan dengan cara melakukan upaya hukum biasa yaitu perlawanan terhadap putusan verstek.

Lanjutnya, sebagaimana dijelaskan di atas, atas ketidak hadiran tergugat, majelis hakim akan memberikan putusan verstek. Tergugat yang dikalahkan dengan putusan verstek dan tidak menerima putusan itu, dapat mengajukan perlawanan (verzet) terhadap putusan itu. Jika putusan itu diberitahukan kepada Tergugat sendiri, maka perlawanan (verzet) dapat diterima dalam 14 hari sesudah pemberitahuan.

"Pada asasnya perlawanan ini disediakan bagi pihak tergugat yang (pada umumnya) dikalahkan. Bagi tergugat yang dikalahkan dengan putusan verstek tersedia upaya hukum banding. Jadi apabila terhadap tergugat dijatuhkan putusan verstek, dan dia keberatan atasnya, tergugat dapat mengajukan perlawanan verzet," terangnya

Dengan demikian, tujuan verzet memberi kesempatan kepada tergugat untuk membela kepentingannya atas kelalaian menghadiri persidangan di waktu yang lalu. Perlawanan (verzet) terhadap verstek diajukan dan diperiksa dengan Acara biasa sama halnya dengan gugatan perdata.

"Jadi dalam melakukan perlawanan (verzet), kita beracara seperti biasa sebagaimana layaknya kita membuat gugatan dengan mengajukan bukti-bukti yang cukup agar majelis hakim melakukan pemerikksaan secara menyeluruh dan membuat putusan yang seadil-adilnya," pungkas pria bersahaja ini (sar)