BPBD Kabupaten Bekasi Mengelar Pembinaan Penanggulangan Bencana

Iklan Semua Halaman

.

BPBD Kabupaten Bekasi Mengelar Pembinaan Penanggulangan Bencana

Rabu, 06 November 2019


BEKASI,METRO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar kegiatan pembinaan untuk relawan, forum serta penggiat kebencanaan melalui Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM).

Kegiatan yang digelar di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong itu berlangsung selama dua hari sejak Senin (5/11/2019) Selasa. Peserta kegiatan ini sebanyak 100 relawan.

Pembinaan ini dilakukan karena peristiwa bencana tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan dan antisipasi terjadinya bencana.

“Kegiatan FKDM ini mengambil tema living harmony with disaster. Ini sebagai wujud kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi,” kata Kepala Seksi Cegah Siaga pada BPBD Kabupaten Bekasi, Agus Suparno.

Agus berharap dari pembinaan ini pengetahuan dan kapasitas relawan, forum serta penggiat kebencanaan di Kabupaten Bekasi meningkat.

“Sehingga nantinya relawan, forum serta penggiat kebencanaan di wilayah kita mampu tanggap, tangkas dan tangguh dalam mengahadapi bencana apabila terjadi,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya mengatakan, dalam penanggulangan bencana, upaya yang harus dikepedepankan adalah pengurangan risiko bencana.

Kata dia, upaya itu telah dilakukan. Di antaranya dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah wilayah rawan bencana, melakukan pembinaan kepada kepada relawan, forum kebencanaan dan para penggiat kebencanaan melalaui FKDM.

“Serta mengimbau kepada jajaran di bawah dari tingkat kecamatan hingga desa untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana. Baik melalui brosur, edaran ke kecamatan dan desa, maupun media sosial,” katanya.

Selanjutnya, kata Adeng, pihaknya juga memberikan pelatihan peningkatan kapasitas relawan, forum kebencanaan dan para penggiat kebencanaan. Seperti pelatihan rescue (penyelamatan) di darat dan air. Serta mensiagakan peralatan evakuasi dan penyelamatan korban bencana.

“Dan tidak kalah penting adalah mensiagakan sarana dan prasarana kesiapsiagaan. Serta kedaruratan logistik sebagai kebutuhan dasar untuk menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi,” ungkapnya. (Ely)