Oknum Wartawan Diduga Melakukan Pemerasan

Iklan Semua Halaman

.

Oknum Wartawan Diduga Melakukan Pemerasan

Sku Metropolitan
Jumat, 15 November 2019


TULUNGAGUNG, METRO - Adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku wartawan pada sejumlah kepala sekolah dasar (SD) langsung mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung. 

Kepala sekolah SD yang merasa diperas, dihimbau  untuk tidak menuruti permintaan uang dari oknum yang mengaku wartawan tersebut. Jika oknum wartawan tersebut tetap memaksa, maka mereka diminta datang ke Dinas Pendidikan untuk menemui kepala dinas atau melaporkan ke aparat. 

“Ndak usah dituruti, kalau mau minta apa ke dinas saja menemui Kepala Dinas,” ujar Plt Kepala Dindikpora Tulungagung, Hariyo Dewanto atau biasa dipanggil Yoyok pada media, kamis (14/11/19).

Disinggung adanya pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan pada sejumlah kepala sekolah SD, Yoyok membenarkan hal itu.

"Dugaan Pemerasan itu diketahuinya saat mengumpulkan Kepala Sekolah SD yang mendapat anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019

Dari penuturan beberapa kepala SD, diketahui memang mereka mendapatkan intimidasi dari sejumlah oknum yang mengaku wartawan.

“Jadi kemarin itu ada kepala sekolah didatangi oleh oknum yang mengaku wartawan dan ditanyai,dengan cara kasar. kan takut mereka, enggak boleh seperti itu,” ujarnya.

Yoyok menghimbau pada sejumlah kepala sekolah untuk melapor ke aparat kepolisian jika mendapat perlakukan intimidasi dari oknum tersebut.

Dirinya sempat mengumpulkan kepala sekolah di wilayah UPT Besuki yang menjadi sasaran pemerasan oknum tersebut. Dari keterangan sejumlah kepala sekolah, membenarkan telah terjadi pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan.

“Saya kumpulkan di UPT, saya tanya memang benar,” tegas Yoyok.

Dirinya berpesan pada kepala sekolah untuk menerima dengan baik kedatangan wartawan di sekolahnya,dan menunjukan hasil pembangunan yang dilakukan. Kepala sekolah diminta untuk tak perlu takut, asalkan penggunaan dan pengerjaan DAK dikerjakan dengan benar.

Oknum wartawan itu, biasanya mengancam akan menulis hal yang kurang baik pada sekolah yang didatangi. Namun, jika pihak sekolah memberikan sejumlah uang dengan besaran Rp 500 ribu – 1 juta, maka tidak jadi ditulis.

Tak hanya di Besuki, dari informasi yang diterimanya, perlakukan seperti itu ternyata juga terjadi di hampir seluruh kecamatan lainya di Kabupaten Tulungagung. Yoyok kembali tegaskan untuk melaporkan permasalahan tersebut ke aparat jika merasa diancam oleh oknum tersebut.(sar)