Pasang Cepat, Oknum Petugas PDAM Minta Biaya Tambahan

Iklan Semua Halaman

.

Pasang Cepat, Oknum Petugas PDAM Minta Biaya Tambahan

Sku Metropolitan
Kamis, 21 November 2019


BEKASI, METRO- Biaya pemasangan baru bagi calon pelanggan air bersih ini masih cukup tinggi, terutama bagi warga yang tinggal di perumahan. Tingginya permohonan pemasangan baru, dimanfaatkan oknum petugas PDAM Tirta Bhagasasi untuk meraup keuntungan dari calon konsumen.

Hal itu diungkapkan warga perumahan Griya Asri 2 Tambun Selatan, JL, salah seorang calon konsumen PDAM Tirta Bhagasasi, kepada wartawan SKU Metrolitan, Selasa [19/11].

JL, menuturkan,  saya mengajukan permohonan pemasangan baru ke kantor Cabang PDAM Tambun Selatan awal November lalu. Kalau bisa cepat dipasang harus menambah biaya pemasangan cepar sebesar Rp 500.000. Tetapi kalau harus menempuh antirian harus sabar menunggu satu bulan, katanya.

Dia menambahkan, diduga petugas PDAM Tirta Bhgasasi Cabang Tambun Selatan, berisaha meraup keuntungan pribida dari konsumen. Hal itu terbukti dengan dipatoknya biaya  pemasangan cepat sebesar Rp 500.000, tambahnya.

Kepala kantor PDAM Tirta Bhagasasi cabang Tambun, Dadang,ketika disambangi ke kantornya tidak berada ditempat, menurut staf nya, Dadang sedang keluar kantor.

Rusyanto, staff PDAM Tirta Bhgasasi Cabang Tambun Selatan, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa [19/11] mengatakan, biaya pemasangan baru untuk perumahan Griya Asri 2 Blok J, sebesar Rp 1.750.0000, pembayaran bisa dicicil, dengan uang muka Rp 750.000, sisanya diangsur Rp 200.000/bulan, katanya.

Ketika disinggung dengan biaya tambahan, agar bisa dipasang dengan cepat, Rusyanto menyarankan untuk menghubungi petugas lapangan. Biaya tersebut diluar tanggung jawab kami. Ketika ditunjukan bukti tanda terima biaya pemasangan cepat yang dibubuhi tanda tangan dan stempel, saya tidak tahu itu katanya.[dpt]

Baca Berita : 
Porkab Bekasi Tahun 2020, Jadi Sarana KONI Menjaring Bibit Atlet Potensial
Bupati Bekasi Minta KONI Bangkitkan Olah Raga Di Kabupaten Bekasi 
Blangko Kosong, Puluhan Ribu Gagal Cetak E-KTP