Pembangunan Laboratorium SMAN1 Setu Dipertanyakan

Iklan Semua Halaman

.

Pembangunan Laboratorium SMAN1 Setu Dipertanyakan

Sku Metropolitan
Jumat, 01 November 2019


BEKASI, METRO- Pembangunan Laboratoruium Biologi SMAN 1 Setu, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, diduga menyimpang dari perencanaan awal. Hal itu terbukti bangunan laboratorium yang dibangun bertingkat. padahal, dalam perencanaan awal, bangunan tersebut tidak bertingkat.

Kasubag SMAN 1 Setu, Metty, ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya menuturkan, pihak sekolah telah lama mengajukan permohonan pembangunan laboratorium ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( KEMENDIKBUD ), tetapi baru tahun ini Terealisasi. Perencanaan awal memang tidak bertingkat, tetapi karena keterbatasan lahan, pihak sekolah melakukan pembangunan menjadi dua lantai, ujarnya.

Dia menambahkan, pihak sekolah telah mengajukan perubahan gambar dan RAB ke Jawa Barat melalui pak Agung, bahwa bangunan laboratorium tersebut dibangun bertingkat, karena kondisi bangunan yang lama sudah konstruksi tingkat. Biar lebih jelas, silahkan saja tanya ke Ketua PanitiaPembangunan Sekolah [P2S], Bapak Kusnedi atau penanggung jawab pembangunan, Ketua Komite, pak Bosi, tambahnya.

Sementara itu Ketua Komite sekolah, Bosi, ketika dikonfirmasi di SMAN 1 Setu menuturkan, pembangunan laboratorium sudah kita laksanakan sesuai dengan aturan, P2S adalah Habibi. Saya penanggung jawab dalam pembangunan tersebut,  tetapi secara teknis bukan saya pada saat saya tidak ikut pada waktu itu, ujarnya.

Menurutnya, walaupun ada penyimpangan dari Juknis, tentu ada alasannya. Pembangunan laboratorium dilaksakanan bertingkat, karena keterbatasan lahan. Kalau hari Senin lalu kamu datang, bisa dijelaskan, karena semua pada ngumpul, ujarnya selasa (22/10) di halaman sekolah.

Drs Holdrer S Ketua Umum LSM Peduli Anak Bangsa, kepada wartawan SKU Metropolitan baru-baru ini, mengatakan, Pembangunan Laboratorium di Subbidang pendidikan Sekolah Mengah Atas (SMA) telah diatur dalam Peratuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), Nomor 1 Tahun 2019, Tentang petunjuk operasional Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang pendidikan. Gambar dan ukuran bangunan laboratorium telah tertuang dalam Permendikbud tersebut. Pada halaman 38 jelas tertuang  Laboratorium IPA- Kimia atau Biologi telah ditentukan kelengkapannya, sesuai dengan Tabel, 7, 1.Ruang praktik Panjang 12 m, Lebar,8 m, 2.Ruang Persiapan Panjang, 8 m, Lebar, 3 m, 3.Selasar, Panjang 15 m, Lebar, 2 m. Luas yang diperhitungkan: = ( 12 x 8 ) + ( 8 x 3 ) + ½ x ( 15 x 2 ) = 135 m2. Apabila pihak sekolah sebagai pelaksana pembangunan melakukan perubahan, jelas telah melanggar Peraturan Permendikbud, ujarnya.

Menurutnya, Panitia pembangunan Laboratorium Biologi SMAN 1 Setu yang dikerjakan secara swakelola, dinilai kurang sepaham, hal itu terbukti dengan adanya perbedaan pendapat, yaitu Kasubag SMAN 1 Setu, Metty mengatakan, bahwa P2S adalah Kusnedi, sedangkan Ketua Komite, Bosi mengatakan Ketua P2S Habibi. Dengan adanya dugaan penyimpangan pembangunan Laboratorium SMAN 1 Setu, kami akan segera melakukan klarifikasi ke Kemendikbud, tuturnya.

Pengamatan wartawan dilapangan, bangunan tersebut bertingkat, dengan cara membuat beberapa tiang. Tiang tersebut diduga untuk menahan bangunan yang bertingkat. Padahal, Metty, mengatakan bahwa bangunan tersebut sudah direncang bertingkat. kalau bangunan tersebut sudah dirancang bertingkat, kenapa harus membuat tiang baru ?.(dpt/arnol)