Pemenang Tender Dapat di Blacklist,Relokasi SDN Sukadami 02 Diduga Alihkan Pelaksanaanya

Iklan Semua Halaman

.

Pemenang Tender Dapat di Blacklist,Relokasi SDN Sukadami 02 Diduga Alihkan Pelaksanaanya

Sku Metropolitan
Minggu, 10 November 2019


BEKASI,METRO - Perusahaan Pemenang tender pengadaan jasa konstruksi untuk Relokasi SDN Sukadami 02 Cikarang Selatan (Ciksel)  PT.Mandalawangi Lestari Nilai Penawaran Sementara (HPS) Rp.1,5 M  pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi tidak mengerjakan sendiri pekerjaannya. Ada dugaan mengalihkan / mensub pelaksanaan kepada perusahaan lain yaitu PT. Nuansa.

Hal tersebut terungkap dari salah seorang pekerja PT.Nuansa yang dipercaya untuk mengontrol material, Dimas dilokasi pekerjaan, Rabu (23/10).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Sosial Masyarat (LSM) Peduli Anak Bangsa (PAB) Herder Sinurat mengatakan bahwa pemenang tender seharusnya dapat menjamin sebuah pelaksanaanya sehingga apa dilakukan pemenang ternder PT.Mandalawangi Lestari yand diduga mengalilhkan pelaksaanya kepada perusahaan lain sudah tidak sesuai dengan fakta itegeritas,

“Penyedia barang dan jasa dilarang mengalihkan tanggung jawab seluruh pekerjaan utama dengan mensubkankontrakkan kepada pihak lain, karena Pemenang Tende” kata Halder kepada Metropolitan, Minggu (10/11).

Halder menyebutkan   apa yang diduga dilakukan perusahaan pemenang tender bertentangan dengan  Keputusan Presidengan No 16 Tahun 2018 tetang Pengadaan Barang,pasal 78 ayat 3  sebagaimana disebutkan dalam huruf a menyebutkan bahwa “Perbuatan atau tindakan Penyedia yang dikenakan sanksi adalah tidak melaksanakan Kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan, atau tidak melaksanakan kewajiban dalam masa pemeliharaan”

“Pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada pasal 78 ayat ayat 3 huruf a dapat dikenakan dikenakan sanksi  daftar hitam atau Black list” jelas Halder.

sementara, Inspektorat Kabupaten Bekasi , dalam waktu dekat akan memanggil Pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Perusaahaan Pemenang tender PT.Mandalawangi Lestari . Atas Informasi pemenang tender Diduga tidak mengerjakan atau mengalihkan pekerjaan Relokasi SDN Sukadami 02 ke Perusahaan lain.

"Inspektorat akan memanggil PPK (Pejabat Pembuat Komintmen) dan Perusahaan Pemenang Tender Rekolasi SDN Sukdami 02  PT Madalawangi Lestari untuk dimintai klarifikasi," kata Ketua Auditor Inspektorat Pembantuan (Irban) IV Kabupaten Bekasi, Ogi Prayogi kepada wartawan Metropolitan,Sabtu (2/10).

Ogi, Perbuatan atau tindakan mengalihkan kegiatan sama hal penyedia tidak melaksanakan kontrak, dimana itu tidak diperbolehkah sebagaimana telah dimanatkan oleh Perpres 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Karena bagaimanapun, kata Ogi, bilamana dikemudian hari terjadi permasalahan maka pemenang tender yang bertanggung jawab, bukan perusahaan yang saat ini mengerjakan tutur Ogi Parayogi.

Baca berita : 
Ketidak Cermatan DPRKPP Kabupaten Bekasi Berpotensi Rugikan Keuangan Daerah
Transit Ke Rekening Pribadi Pegawai Setda,Kata Pengamat Itu Sudah Bentuk Korupsi 

Diberitakan sebelumnya, Perusahaan Pemenang tender pengadaan jasa konstruksi untuk Relokasi SDN Sukadami 02 Cikarang Selatan (Ciksel)  PT.Mandalawangi Lestari Nilai Penawaran Sementara (HPS) Rp.1,5 M  pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi tidak mengerjakan sendiri pekerjaannya. Ada dugaan mengalihkan / mensub pelaksanaan kepada perusahaan lain yaitu PT. Nuansa.

Hal tersebut terungkap dari salah seorang pekerja PT.Nuansa yang dipercaya untuk mengontrol material, Dimas dilokasi pekerjaan, Rabu (23/10).

"Pekerjaan tersebut dari PT Mandalawagi Lestari di over Ke PT Nuansa," tutur Dimas.

Terkait kenapa PT Mandalawangi Lestari tidak mengerjakannya, Dimas tidak dapat menjelaskan lebih lanjut akan tetapi dirinya dimintai oleh perusahaan untuk mencopot papan nama atas nama PT.Mandalawangi Lestari.

"Pekerjaan sudah berjalan kurang lebih 3 minggu, dan jumlah perjaan tukang ada 12 orang untuk mandor pekerjanya adalah pak Agus," kata Dimas.

Dimas juga menjelaskan,harusnya pelaksaanya diundur seharusnya pada tanggal 22 Agustus 2019, namun pekerjaannya baru dimulai 22 September 2019, untuk batas waktu penyelesaian kegiatan rekolasi SDN Sukadami 02 ini sampai dengan tanggal 09 Desember 2019.

Pantau dilapangan, perusahaan juga di dugaan dan tidak menggunakan Sistem Manajemen K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) ini terlihat ada beberapa pekerja alias buruh bangunan yang bekerja pada proyek tersebut tidak dilengkapi dengan alat safety dalam bekerja seperti helm dan lainnya, disamping itu terlihat stock material bata ringan yang tertumpuk dilokasi sudah pecah.

Sementara,Kepala Seksi Perencanaan Gedung Negara Pada Dinas PUPR, Agusta Danny Indrayana saat dikomfimasi Metropolitan melalui cellular,selasa (29/10) belum memberikan jawaban (Martinus).