Wabup Way Kanan Buka Pameran Teaching Factory SMK Tunas Wiyata

Iklan Semua Halaman

.

Wabup Way Kanan Buka Pameran Teaching Factory SMK Tunas Wiyata

Sku Metropolitan
Senin, 25 November 2019



WAY,KANAN, METRO - Wakil Bupati Way Kanan H. Edward Antony membuka secara langsung Kegiatan Lounching dan Pameran Teaching Factory (TeFa) pengembangan pembelajaran berbasis industri oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Wiyata Way Tuba, Kabupaten Way Kanan Lampung, Senin (25/11/2019) Pagi.

Turut hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan, Usman Karim, Kepala Dinas Infokom Kabupaten Way Kanan Achmad Ganta, Kepala BPBD Way Kanan Bismi Janadi, Kaban Pol PP H Nuryadin, Komandan Lanud Gatot Subroto dan Kasie Pelayanan Catatan Penduduk Disdukcapika.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Way Kanan H. Edward Antony mengatakan bahwa pemerintah menyambut baik kegiatan Pameran Teaching Factory (TeFa) ini . Dari Kegiatan ini menunjukan kualitas dari siswa-siswi SMK Tunas Wiyata akan mampu menjawab tantangan memasuki dunia kerja setelah tamat nanti.

“Dewasa ini mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah, karena lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah calon tenaga kerja.Baik bagi pencari kerja dari alumni perguruan tinggi maupun alumni pendidikan menengah,” kata H. Edward Antony.

Edward Antony mengapresiasi kegiatan Pameran Teaching Factory SMK Tunas Wiyata, karena belajar keterampilan tentu mempersiapkan mental dan kedisiplinan agar siap bekerja di dunia usaha dan industry pada era globalisasi,karena persaingan yang ketat antar perusahaan atau industry.

“Walaupun  tak dapat menutup mata dan telinga terhadap adanya pesimisme akan peluang siswa/i SMK dalam mendapat peluang untuk meniti karir di dunia kerja setelah tamat. Tak jarang mereka dianggap kurang 'berprestasi' dan 'berpengalaman' untuk meniti karir professional,”ungkap Edward Antony.

Namun pada nyatanya  kata Edward Antony, pada hari ini dapat disaksikan bersama, siswa-siswi SMK Tunas Wiyata telah dilengkapi dengan berbagai pengetahuan dan kemampuan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan kata lain, setelah lulus, siswa-siswi SMK merupakan tenaga kerja yang siap terjun langsung ke dunia kerja. 

“Mulai dari keterampilan kerja, manajemen usaha, pengelolaan aset, penjualan, pemasaran, dan masih banyak kemampuan lain. Dengan demikian sudah tentu keterampilan yang dimiliki oleh para siswa-siswi SMK tidak dikuasai oleh siswa dari jenjang pendidikan yang sama, bahkan dari perguruan tinggi sekalipun” ucap Edward Antony.

“Setidaknya ada tiga keuntungan yang bisa diperoleh para siswa lulusan SMK,” ungkap Edward Antony. 

Pertama, SMK berperan sebagai elevator atau tangga tercepat dari masyarakat yang berasal dari kalangan kurang mampu untuk bisa menaikan taraf hidupnya,;Kedua, lulusan SMK bisa memiliki pilihan dalam hidupnya. Setelah lulus sekolah, mereka mempunyai pilihan untuk bekerja atau berwirausaha.;Ketiga, mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di Indonesia.

Edward Antony menghibau agar siswa dan siswi SMK untuk tidak merasa takut untuk bersaing dengan pihak lain karena sudah dilengkapi dengan segala kebutuhan yang diinginkan oleh dunia kerja. 

“Jangan pantang menyerah dan selalulah berusaha. Hanya dengan cara itu, kalian bisa meniti usaha karir didunia kerja nanti,”  tutur Wakil Bupati.

Wakil bupati juga berpesan yang  pertama, agar selalu aktif dan bersungguh-sungguh mengikuti mata pelajaran disekolah,; Kedua,  siswa-siswa harus kreatif yaitu dapat memanfaatkan keadaan atau peluang apapun dengan apa yang telah dimiliki. Dan ketiga, produktif yaitu menghasilkan sesuatu dengan keterampilan yang sudah didapatkan dari SMK. 

“Para siswa-siswi harus mengubah sikap dari sekarang untuk menjadi calon tenaga kerja yang aktif, kreatif, dan produktif sehingga dapat diterima oleh suatu perusahaan atau industri setelah tamat,” pesan Edward Antony diakhir sambutannya. (Efendi)

Baca Berita :