Bupati Way Kanan Harapkan PGRI Mencetak Guru Tidak Hanya Jadi Pengajar

Iklan Semua Halaman

.

Bupati Way Kanan Harapkan PGRI Mencetak Guru Tidak Hanya Jadi Pengajar

Sku Metropolitan
Jumat, 06 Desember 2019


WAY KANAN, METRO - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Way Kanan diharapakan bisa merumuskan secara komperhenif bagaimana bisa mencetak guru-guru yang tidak hanya menjadi pengajar saja, Namun mampu menjadi seorang pendidik yang peduli terhadap pendidikan, serta bisa menjalankan tugasnya secara disipilin, bertanggung jawab dan lebih amanah.



Demikian sabutan Bupati Raden Adipati Surya yang disampaikan disela-sela ramah tamah bersama pengurus PGRI cabang Kecamatan Blambangan Umpu, kecamatan Kasui dan Kecamatan Tangkas, Jum’at (06/12).



Itilah PGRI tentunya tidak lepas dari istilah lembaga kependidikan dan juga tidak lepas  dari sebuah figur tenaga pendidik yaitu  “ guru “,” kata Raden Adipati.



Bupati berharap kepada seluruh jajaran lembaga kependidikan utamanya para  tenaga pendidik, agar  selalu meningkatkan peran strategis  yang selalu  siap membangun karakter anak bangsa. 



“Khususnya  para tenaga pendidik utamanya profesi guru juga dituntut untuk bisa mengimlementasikan sistem kurikulum yang terbaru sesuai dengan perkembangannya,” Kata Bupati.



 Menrutunya ,  yang namanya kurikulum adalah merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menyelenggarakan sistem pembelajaran  baik di tingkat pendidikan  bawah sampai perguruan tinggi, sehingga penerapan dan pemberlakuan suatu kurikulum dalam dunia pendidikan akan berdampak luas bagi  para anak didik termasuk bagi masyarakat.



Selain itu, diharapkan kepada semua jajaran tenaga  pengajar, bisa menempatkan diri sebagai seorang pendidik atau  guru yang punya jiwa sabar, telaten, tekun dan memiliki jiwa ikhlas dan penuh perjuangan.



 Ada dua hal Bupati  sampaikan  sesuai anjuran pemerintah adalah : 



Pertama, bahwa semua anak didik diwajibkan terus bisa melanjutkan di jenjang pendidikan dasar 12 tahun atau minimal anak-anak indonesia diwajibkan menyelesaikan pendidikan sampai SLTA, tidak ada lagi para murid yang droup out/putus sekolah di tengah jalan.



“Wajib pendidikan dasar 12 tahun ini penting karena faktor tingkatan pendidikan anak bangsa juga sangat berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia dan juga sangat berpengaruh terhadap   peningkatan pembangunan  di negara kita ini,” kata Raden Adipati.



Kedua, pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat utamanya kepada generasi muda untuk tidak melakukan pernikahan di usia terlalu  dini. 



“Melakukan suatu pernikahan dianjurkan harus betul-betul sudah relatif dewasa sehingga sudah lebih dewasa wawasannya dan sudah siap di dalam membangun sebuah rumah tangga,”ungkapnya.



Bupati menyebutkan bahwa dewasa ini sarana komunikasi dan informasi mengalami kemajuan yang pesat.  para Guru sulit bersaing dengan mesin, yang jauh lebih cerdas, lebih cepat dan lebih efektif dalam pencarian informasi dan pengetahuan. 

"Oleh karena itu, para guru perlu mengubah cara mengajar dari yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran multi-stimulan agar lebih menyenangkan dan menarik," ungkap Bupati 

Jadi peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin ujar.



Merespon tantangan di era industri 4.0 dewasa ini, PGRI pun telah menginisiasi lahirnya PGRI Smart Learning and Character Center yang merupakan pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi pofesional dan pengembangan karakter guru sesuai kebutuhan zamannya. 

"Ini sekaligus sebagai penanda datangnya era baru, guru-guru muda milenial yang menjadi anggota baru PGRI," ujar Bupati ( Efendi)