Izin Berpoligami di Pengadilan Agama Sepi Peminat

Iklan Semua Halaman

.

Izin Berpoligami di Pengadilan Agama Sepi Peminat

Sku Metropolitan
Jumat, 20 Desember 2019


TRENGGALEK, METRO - Selama Tahun 2019 ini minat warga Trenggalek untuk berpoligami sangat rendah. padahal peluang poligami selain dianjurkan dalam ajaran Islam bagi suami yang sanggup berbagi adil dipersilahkan mengawini wanita yang disukai 2,3 atau 4, "Sesuai Firman Alloh SWT dalam Al  Qur'an surat An Ni'sa ayat 3.dan juga telah diatur di dalam UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan dengan memenuhi syarat Komulatif dan alternatif dan diajukan ke Pengadilan Agama (PA), maka dimungkinkan PA akan mengabulkan dalam bentuk putusan", kata ketua PA Trenggalek, Drs. H. Nur Chopin, S. H., M. Hum. kamis (19/12/2019) 

Nur Chozin mengatakan,Dari satu permohonan izin poligami yang diterima pada 2019 sampai dengan tanggal 13 Desember 2019 hanya satu perkara dan sudah diputus dan dikabulkan karena telah memenuhi syarat Komulatif dan alternatif yang diatur dalam UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

"Sedikitnya kaum suami yang mengajukan izin poligami kepada PA karena memang persyaratan yang diatur dalam UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan cukup berat terutama adanya syarat pernyataan Isteri yang setuju di poligami.karena memang realitanya amat sangat sedikit isteri yang bersedia membagi cinta pada wanita lain," terangnya

Nur Chozin menambahkan, Untuk dapat mengajukan permohonan kepada Pengadilan Agama sebagaimana dimaksud dalam UU Perkawinan harus dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut

Syarat Komulatif

1.Ada persetujuan dari Isteri/Isteri-Isteri, 2.Ada kepastian bahwa Suami mampu menjamin keperluan hidup Isteri-Isteri dan anak-anak mereka, 3.Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap Isteri-Isteri dan anak-anak mereka. 

Syarat Alternatif, 

1.Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri, 2.Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat di sembuhkan. 3.Isteri tidak dapat melahirkan keturunan  

Saat disinggung tentang maraknya perceraian,Nur Chozin mengatakan bahwa banyak faktor permasalahan pasangan suami istri hingga mengajukan cerai

penyebab yang paling menonjol karena faktor ekonomi. Dari tiga kategori masalah yang kita klasifikasi, ternyata masalah ekonomi mencapai 30 persen dan perselisihan terus menerus mencapai 20 persen,salah satu pihak meninggalkan tanpa pamit 20 persen, dan lainya KDRT, suami Judi atau mabuk-mabukan yang sukar disembuhkan dan lainya. 

” Untuk masalah ekonomi itu ada dua, yaitu suami yang malas bekerja akibatnya istri tidak dinafkahi atau suami yang bekerja tapi dihabiskan untuk dirinya sendiri, " katanya

 Lanjutnya, "untuk pertengkaran terus menerus biasanya muncul karena salah satu pihak ketahuan atau dicurigai selingkuh,"pungkasnya

Sementara itu, Panitera Muda Hukum (PMH) Pengadilan Agama Trenggalek, Ahmad Faruq Setiawan,SH menyampaikan bahwa dari bulan Januari hingga Nopember 2019,PA Trenggalek menerima perkara sebanyak 2776 kasus. sedangkan perkara yang sudah diputus sebanyak 2529 kasus ,dengan rincian kasus cerai Talak (pihak suami ) sebanyak 491 dan cerai Gugat (pihak isteri) sebanyak 1090 kasus, artinya pihak istri (penggugat) masih mendominasi kasus perceraian di PA Trenggalek (sar)